AMBON, Siwalima.id - Pemerintah Provinsi Maluku menjamin, ketahanan dan ketersediaan stok Bahan Bakar Minyak di wilayah Maluku secara umum, cukup hingga bulan Mei mendatang.
Juru Bicara Pemprov Maluku Kasrul Selang mengaku, persoalan ketahanan BBM ditengah persoalan minyak secara nasional dan internasional menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bahkan, Gubernur, Hendrik Lewerissa, telah memerintahkan OPD terkait untuk terus membangun komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga, guna memastikan ketahanan stok BBM terjaga dalam jumlah cukup untuk beberapa bulan kedepan.
“Mencermati kebutuhan BBM di Maluku, maka gubernur menugaskan Kepala Dinas ESDM dan Asisten II untuk berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Sales Area Ambon dan setalah kita lakukan pertemuan dengan Sales Branch Manager Maluku II PT Pertamina Patra Niaga pa Yasfa, kita pastikan stok BBM aman untuk beberapa bulan ke depan,” beber Kasrul kepada Siwalima di ruang kerjanya, Rabu (25/3).
Kasrul merincikan, untuk stok minyak tanah di Depot Wayame saat ini tersedia sebanyak 25.431 kilo liter untuk persediaan 45 hari kedepan atau sampai 11 Mei nanti, sementara kuota pertalite tersedia sebanyak 16.525 kilo liter untuk persediaan 51 hari kedepan atau hingga 13 Mei.
Sedangkan kuota solar sebanyak 24.790 kilo liter, jumlah ini tersedia untuk 14 hari kedepan atau sampai dengan 6 April.
“Untuk kuota LPG tersedia sebanyak 928 mitrik ton untuk 116 hari kedepan atau sampai 17 Juni mendatang,” urai Kasrul.
Selain itu kata Kasrul, untuk kapal dropping BBM juga, setiap hari masuk ke Terminal Depot Wayame guna melakukan pengisian, artinya jika sewaktu-waktu ketersediaan BBM berkurang, maka langsung dilakukan pengisian.
Pihak Pertamina Patra Niaga juga, selalu berupaya menciptakan ekosistem distribusi BBM ke 11 kabupaten/kota, guna memastikan BBM tersedia dengan aman di seluruh pelosok Maluku.
“Berdasarkan data dari Pertamina, pak gubernur minta masyarakat untuk tidak khawatir dengan isu minyak yang berkembang secara nasional dan internasional, sebab pasokan minyak ke Maluku tetap aman,” tegas Kasrul
Selain itu kata Kasrul, masyarakat juga harus berbelanja BBM dengan bijak, artinya tidak membeli BBM secara berlebihan serta menghindari tindakan penimbunan untuk kepentingan apapun.
Pemprov juga memberi peringatan keras kepada SPBU dan Pertashop, agar mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Pertamina Patra Niaga, termasuk melakukan uji mandiri terhadap ukuran BBM guna menjamin akurasi ukuran per liternya.
“Kami juga minta SPBU dan Pertashop untuk mendahulukan kepentingan masyarakat di hari besar seperti Paskah yang akan berjalan dalam waktu dekat ini,” pinta Kasrul.
Kasrul memastikan, kolaborasi antar pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan Pertamina Patra Niaga menjadi kata kunci ketahanan BBM di Maluku. (S-20)