SIWALIMA.id > Berita
Pemda Diminta Perketat Pengawasan Pelabuhan Rakyat
Daerah , Headline | Selasa, 24 Maret 2026 pukul 14:18 WIT

AMBON, Siwalima.id - Pemerintah daerah, baik kabupaten maupun kota untuk mela­kukan pengawasan secara ketat ter­ha­dap setiap pelabu­han rakyat.

Pengawasan ke­tat ini wajib dilakukan, sebagai bentuk pencega­han terhadap potensi ter­jadinya kecelakaan laut ditengah kondisi cuaca ekstrem yang terjadi be­berapa hari bela­kangan ini.

Kepala Dinas Perhubungan Ma­luku, Samuel Hu­wae mengaku, sa­lah satu pelabu­han dengan aktivitas cu­kup padat selama ini termasuk pada arus mudik Idul Fitri beberapa hari lalu terjadi di pelabuhan-pela­buhan kecil atau pela­buhan rakyat.

“Kita harus akui, bahwa pelabuhan-pelabuhan kecil atau pelabuhan rak­yat itu juga aktivitasnya sangat padat dan ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, khu­sus­nya di kabupaten/kota agar ada pengawasan yang ketat disana,” pinta Huwae kepada warta­wan di Ambon, Senin (23/3).

Huwae menjelaskan, letak kondisi geografis Provinsi Maluku yang adalah daerah kepulauan, tentu membawa konsekuensi akan tumbuh pelabuhan-pelabuhan rakyat yang bahkan disinyalir tidak resmi.

Menurutnya, pada pelabuhan resmi tentu penerapan Standar Ope­rasional Prosedur (SOP) pelayaran cukup ketat, dengan adanya apa­ratur perhubungan sementara untuk pelabuhan rakyat tentu penerapan SOP akan menjadi masalah karena minim aparatur.

“Dengan pintu yang digunakan untuk menghubungkan daerah, tentu itu harus diawasi ketat oleh Dishub kabupaten/kota. Apalagi Basarnas Ambon sudah mewanti-wanti hal ini dengan kondisi cuaca yang tidak menentu sesuai informasi BMKG,” jelas Huwae.

Ia mengaku, beberapa kejadian kecelakaan laut yang menimpa speed boat beberapa waktu lalu, men­jadi contoh besar belum maksi­malnya pengawasan di pelabuhan rakyat khususnya disaat cuaca ekstrem.

Fatalnya lagi, kondisi masyarakat yang biasanya memaksakan kehen­dak untuk menyebrang dengan menggunakan speed boat dari pelabuhan rakyat ditengah kondisi cuaca yang mengancam, tentu memerlukan ketegasan dari aparatur perhubungan di kabupaten/kota.

“Apapun upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk Badan SAR untuk menghimbau masyarakat agar tidak nekat menyebrang antar pulau ditengah kondisi cuaca ekstrem, tapi kalau masyarakat tidak mendukung, maka sama saja akan jebol juga,” tegas Huwae.

Disamping itu, upaya publikasi terkait informasi peringatan cuaca dari BMKG harus dilakukan secara efektif dan maksimal, agar publik mengerti dan mengetahui kondisi cuaca yang turut berpengaruh pada setiap saat.

Untuk itu, diharapkan Dinas Perhubungan di setiap kabupaten/kota dapat memainkan peran secara maksimal guna mencegah pelayaran yang berpotensi melanggar aturan. (S-20)

BERITA TERKAIT