SIWALIMA.id > Berita
Nus Kei Tewas Ditikam, 2 Pelaku Ditangkap, Polisi: Awas Provokasi !
Daerah , Headline | Senin, 20 April 2026 pukul 15:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora tewas ditikam oleh dua pelaku di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.30 WIT.

Peristiwa tragis yang menimpa Nus Kei sapaan akrab Agrapinus Rumatora ini terjadi di area pintu kedatangan bandara, tepatnya di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil.

Diketahui, Nus Kei baru tiba di Maluku Tenggara dalam rangka menghadiri Musyawarah Daerah Partai Golkar yang dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026.

Kehadirannya merupakan bagian dari agenda penting partai di tingkat daerah. Salah satunya adalah untuk mendaftar kembali sebagai calon Ketua Golkar periode 2026-2031. 

Sebelum kejadian, korban sempat dijemput keluarga dan berbincang di area pintu keluar bandara. Namun, beberapa menit kemudian, seorang pria mengenakan jaket merah dan masker tiba-tiba mendekati korban dan langsung melakukan penika­man.

Korban mengalami sejumlah luka tusuk di bagian dada, leher, dan punggung.

Kakak korban, Antonius Ruma­tora, sempat berusaha menghenti­kan pelaku dengan memeluk dan menjatuhkannya, namun pelaku berhasil melarikan diri.

Dalam kondisi terluka parah, korban sempat berlari ke dalam area bandara sebelum akhirnya terjatuh di pintu keluar.

Petugas bandara kemudian mem­berikan pertolongan dan meng­evakuasi korban ke RSUD Karel Sadsuitubun di Langgur.

Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 11.40 WIT dan langsung men­dapat penanganan medis. Namun, pada pukul 11.44 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat

Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan dua terduga pelaku berinisial HR alias H (28) dan FU alias F (36)

“Setelah korban keluar dari area kedatangan, kedua pelaku langsung melakukan penikaman secara ber­ulang kali, lalu melarikan diri meng­gunakan sepeda motor,” ujar sumber kepolisian.

Dari hasil pemeriksaan awal, motif penyerangan diduga dilatarbe­lakangi dendam lama.

Kedua pelaku menuding korban sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian anggota ke­luarga mereka dalam peristiwa yang terjadi pada 2020 di Jakarta.

Saat ini, polisi masih mengem­bangkan kasus tersebut, termasuk memburu barang bukti berupa senjata tajam yang diduga telah dibuang di sekitar lokasi kejadian

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku, Rositah mengaku, dua terduga pelaku telah diamankan setelah dua jam pasca kejadian tersebut.

“Dua terduga pelaku sudah di­amankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Teng­gara,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Rositah saat dikonfirmasi Siwalima melalui pesan whatsappnya, Ming­gu sore.

Kata Rositah, korban saat itu baru tiba dari Jakarta dan hendak meni­nggalkan area bandara. Namun, tiba-tiba ia diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

“Korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau, kemudian pelaku melarikan diri,” kata Rositah.

Korban sempat dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun pada pukul 12.00 WIT, tetapi nyawanya tidak terto­long akibat luka yang dideritanya.

Rositah mengatakan, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Su­hendi memimpin langsung upaya pengejaran terhadap pelaku. Hasil­nya kedua terduga pelaku berhasil diamankan dalam waktu singkat.

Hingga kini, polisi masih men­dalami motif di balik penikaman tersebut, termasuk kemungkinan adanya hubungan antara pelaku dan korban.

Ia juga menyampaikan, instruksi Kapolda Maluku untuk menangani kasus ini secara profesional, trans­paran, dan tuntas.

Polisi juga mengimbau masya­rakat, khususnya keluarga korban dan simpatisan, agar menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memper­keruh situasi. Saat ini kondisi di Maluku Tenggara aman dan kon­dusif,” ujar Rositah.

Pihak kepolisian memastikan akan terus menyampaikan perkembangan penanganan kasus ini kepada publik secara berkala. 

Kapolres Beberkan

Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi memastikan telah meringkus pelaku penikaman Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

Saat ini lanjut Rian, polisi masih mendalami motif penyerangan serta kronologi lengkap kejadian. “Untuk motif masih didalami,” ujarnya.

Nus Kei meninggal dunia setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Lang­gur, Minggu (19/4) sekitar pukul 11.30 WIT.

Menurut Rian, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah menunggu kendaraan di area bandara, tepatnya di Desa Ibra, Ke­camatan Kei Kecil.

“Korban saat itu sedang menu­nggu kendaraan di bandara,” ujar Rian saat dikonfirmasi Siwalima, via pesan singkat Minggu sore.

Ia menjelaskan, insiden bermula pada Minggu siang ketika korban baru tiba di Langgur. Saat berada di area kedatangan, korban kemudian diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius dan dinya­takan meninggal dunia.

Rian menambahkan, pelaku peni­kaman telah berhasil diamankan oleh aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian.

Jangan Terprovokasi

Polda Maluku memastikan situasi keamanan di Kabupaten Maluku Tenggara tetap kondusif pasca penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Minggu (19/4).

Kabid Humas Polda Maluku, Kom­bes Rositah Umasugi, menga­takan kondisi di lapangan hingga saat ini terpantau aman dan ter­kendali.

“Kondisi pascakejadian sampai sekarang aman dan akan terus kami perbarui,” ujar Rositah saat dikonfirmasi Siwalima via telepon selulernya, Minggu sore.

Ia menjelaskan, jajaran Polres Maluku Tenggara telah melakukan pendekatan kepada keluarga korban, terutama terkait proses penanganan jenazah.

“Dari Polres sudah ada pendekatan dengan keluarga korban terkait proses jenazah. Dari Polres juga sudah bertemu dengan pihak keluarga,” katanya.

Menurut Rositah, proses koordinasi dengan keluarga korban masih berlangsung guna memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik hingga pemakaman.

Pihak kepolisian juga kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovo­kasi, serta menyerahkan sepenuh­nya proses hukum kepada aparat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” kata Rositah.

Sementara itu, Kapolres Maluku Tenggara AKBP. Rian Suhendi menyampaikan bahwa situasi keamanan tetap kondusif dan saat ini pihak keluarga tengah bersiap untuk proses pemakaman.

“Situasi masih aman kondusif. Saat ini tinggal menunggu pema­ka­man,” ujar Rian. (S-25/S-26)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps