SIWALIMA.id > Berita
Nelayan Kairatu dapat Bantuan Rumpon
Ekonomi | Jumat, 24 April 2026 pukul 13:14 WIT

AMBON, Siwalima.id - Konsulat Jenderal Australia, Todd Nicolas Diaz meresmikan rumpon untuk delapan dusun di Desa Kai­ratu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kamis. (23/4).

Operasi rumpon tersebut berlang­sung di pantai Waeselang, Dusun Waeselang, Desa Kairatu, ditandai dengan pengguntingan pita.

Peresmian rumpon ini merupakan bantuan langsung dari Konsulat Australia di Makassar  kepada 10 kelompok nelayan pada 8 dusun di Negeri Kairatu melalui yayasan Sakua Sejahtera

Konjen Todd Dias dalam sambu­tannya mengungkapkan, Konsulat Jenderal Australia di Makassar, dengan wilayah yurisdiksi 12 provinsi di Indonesia bagian Timur termasuk Maluku, terus menun­jukkan komitmennya dalam mendu­kung berbagai inisiatif yang berfo­kus pada isu-isu penting melalui pendanaan Direct Aid Program (DAP) setiap tahunnya.

Salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan serta ketahanan pangan.

Melalui pendanaan DAP, Konsu­lat Jenderal Australia mendukung proyek bertajuk ‘Pemberdayaan dan Penguatan Kapasitas melalui Bantuan Rumpon serta Pelatihan Pembuatan Abon Ikan dan Bakso Ikan’ yang diinisiasi oleh Yayasan Sauwa Sejahtera Maluku.

Proyek ini dilatarbelakangi adanya tantangan ekonomi yang dihadapi oleh para nelayan di Desa Kairatu, karena berkurang­nya jumlah hasil tangkapan ikan karena metode memancing yang sangat tradisional.

Hal ini cukup miris mengingat bahwa perairan di Kairatu memiliki potensi ikan yang sangat melimpah. Untuk menjawab tantangan ter­sebut, tim dari Yayasan Sauwa Se­jahtera mengembangkan pemberian peralatan tangkap tradisional ramah lingkungan berupa rumpon kepada 10 kelompok nelayan di Kairatu un­tuk meningkatkan hasil tangkapan.

Lanjutnya proyek ini sangat menarik karena dengan inovasi kreatif peralatan tangkap ikan yang ramah lingkungan dapat meningkatkan hasil penangkapan.

“Saya bangga bahwa proyek ini melibatkan perempuan untuk memperbaiki status ekonomi mereka. Saya juga bahagia melihat antusiasme masyarakat yang menjadi penerima manfaat dan merasakan dampak positif, baik dalam peningkatan kapasitas maupun pengetahuan mereka,” ujar Dias.

Pelaksanaan proyek ini melibatkan berbagai tahapan, antara lain sosialisasi program kepada masyarakat lokal, pembentukan kelompok nelayan, pembuatan rumpon ramah lingkungan, dan pelatihan pembuatan bakso dan abon ikan bagi para perempuan.

Untuk memastikan manfaat proyek ini dapat diukur secara nyata, tim pelaksana juga melakukan evaluasi rutin terhadap hasil kerja dan pelatihan mereka.

Salah satu penerima manfaat, ibu Martha, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan proyek ini.  “Kami sebagai warga Kairatu sangat bersyukur atas proyek ini. Hasil tangkap ikan suami saya semakin banyak dan saya senang dengan adanya pelatihan pembuatan bakso ikan dan abon ikan. Kami mendapat ilmu baru untuk mengolah ikan dan menambah penghasilan keluarga melalui penjualan produk ini. Terima kasih kepada Konsulat-Jenderal Australia,” ujar Martha.

Sementara itu, Kepala Dusun Waesalang, Nawawi Rahantan menyampaikan  terima kasih kepada Konsulat Australia, karena memang bantuan ini sangat membantu masyarakat nelayan. “Kita hidup ini tergantung di laut, karena memang itu mata pencaharian kami disini, sehingga bantuan rumpon ini sangat membantu masyarakat, khususnya di kelompok nelayan kami juga turut mendapatkan,” ujarnya.

Dia berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, da nada perhatian kedepannya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sauwa Sejahtera memberikan apresiasi dan Konsulat Australia yang memberikan perhatian bagi Desa Kairatu, bantuan-bantu rumpon bagi kelompok nelayan dan alat membuat produk bakso ikan dan abon ikan bisa dimanfaatkan dengan baik bagi peningkatan ekonomi masyarakat.(S-05)

BERITA TERKAIT