SIWALIMA.id > Berita
Mantan Gubernur Maluku, Said Assagaff Tutup Usia
Daerah , Headline | Senin, 1 Desember 2025 pukul 14:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Kabar duka menyelimuti Malu­ku, Mantan Gubernur, Said Assa­gaff tutup usia di Jakarta, Minggu (30/11) dalam usia 72 tahun.

Politikus Partai Golkar Maluku dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakar­ta Pusat selama seminggu, dan akhirnya tutup usia pada pukul 17.35 WIB. 

Orang dekat mantan Gubernur Maluku, Husien Marasabessy yang saat ini berada di RSCM mengungkapkan, mantan Ketua DPD Partai Golkar Maluku itu mengalami komplikasi penyakit yaitu, Jantung, Ginjal dan stroke. 

“Yang saya tahu komplikasi jantung, ginjal dan ada seperti jamur di tenggorokan. Terakhir itu beliau didiagnosa kena stroke, dan sudah tiga hari badan sebelah kiri sudah tidak bergerak, “ ujarnya.

Setelah kurang lebih seminggu dirawat, dan bertepatan dengan kahadiran cucu Assagaff yang baru tiba dari Belgia, kemudian kesepa­katan keluarga dengan pertimba­ngan dokter RSCM untuk mem­buka alat medis yang dipasang pada tubuh Assagaff,

“Saat alat medis dilepas tidak ber­selang lama, Pak Bib mening­gal pada pukul 17.35 WIB, “katanya.

Rencananya, jenazah akan di­ma­kamkan di Jakarta, sambal me­nunggu kordinasi dengan Guber­nur Maluku, Hendrik Lewerissa apakah akan dilakukan upacara kedinasan atau tidak.

“Rencana pemakaman itu di Jakarta, sementara lagi koordinasi dengan pak gubernur kira-kira ba­gaimana nanti, apakah ada upa­cara kedinasan atau tidak, itu nanti keputusannya ada di Gubernur. Rencana pemakaman besok tapi masih kordinasi dengan gubernur sehingga belum pasti pukul berapa pemakamannya, “tuturnya.

Dimata Husein, Assagaff meru­pa­kan tokoh yang sangat luar biasa. Menurutnya, masalah pe­rim­bangan di Maluku sangat diper­hatikan oleh mantan Sekda Maluku itu. Pasalnya, Maluku sangat kehila­ngan sosok Assagaff.

Hal serupa juga disampaikan oleh Izak Saimima. Dimata Saimima, Assagaff merupakan sosok yang penuh tanggungjawab. 

“Ada tanggungjawab beliau de­ngan Lawamena ini. Jadi beliau ini sangat peduli dengan hal-hal yang terkait dengan Maluku” tandasnya.

Untuk diketahui, Said Assagaff dikenal sebagai salah satu figur penting yang berperan besar dalam perjalanan pembangunan Maluku, baik melalui jalur birokrasi pemerintahan maupun politik.

Jejak Karir & Pengabdian

Said Assagaff lahir di Ambon pada 29 November 1953. Karier birokrasi dan politiknya terentang panjang, dengan rekam jejak yang kuat di berbagai posisi strategis:

1. Gubernur Maluku (2014–2019)

Sebagai Gubernur Maluku, Assagaff memimpin sejumlah program prioritas, antara lain: pe­nguatan konektivitas pulau-pulau, percepatan layanan dasar, serta pe­ningkatan iklim investasi ber­basis sektor unggulan seperti perikanan dan pariwisata.

Kepemimpinannya dikenal te­nang namun tegas, dengan fokus pada stabilitas daerah dan pem­bangunan jangka panjang.

2. Wakil Gubernur Maluku (2008–2013)

Sebelum menjabat sebagai gu­bernur, ia lebih dulu mendampingi Gubernur Karel Ralahalu sebagai Wakil Gubernur. Pada periode ini, ia terlibat dalam penyusunan sejumlah kebijakan strategis pembangunan wilayah kepulauan.

3. Birokrat Senior Pemprov Maluku

Sebelum masuk ke jabatan politik, Assagaf merupakan birokrat yang meniti karier dari bawah hingga menduduki posisi penting seperti, Sekretaris Daerah Maluku, Kepala Bappeda Maluku, serta berbagai jabatan penting lainnya.

4. Ketua DPD Golkar Maluku

Selain karier pemerintahan, Said Assagaff juga aktif dalam politik. Pada 2016, ia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku. Di kepemimpinannya, Golkar Ma­luku memperluas basis dukungan serta mengkonsolidasikan kekua­tan politik di tingkat kabupaten/kota.

5. Ketua Tim Pemenangan Lawamena 

Said Assagaff sebagai tokoh politik yang mumpuni dipercayakan oleh pa­sa­ngan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath (Lawamena) dan berhasil membawa pasangan ini terpilih sebagai Gubenrur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2024-2029.

6. Ketua Tim Transisi 

Setelah menghentarkan pasa­ngan Lawamena memenangkan Pil­kada Gubenrur dan Wakil Gu­ber­nur, Assagaff ditunjuk sebagai Ketua Transisi pergantian peme­rintahan lama ke pemerintahan baru. 

Tim ini ditugaskan bahas program yang merupakan bagian dari janji kampanye maupun visi-misi peme­rintahan baru yang harus diselaras­kan dengan RPJMD, se­hingga per­mudah kerja pasangan Lawa­mena ketika dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, termasuk juga disesuai­kan dengan program pemerintah pusat.

7. Tim Ahli Gubernur

Setelah sukses sebagai Ketua Tim Transisi, Gubenrur Maluku Hen­drik Lewerissa kembali mem­perca­yakan Said Assagaff sebagai Koordinator Tim Ahli Gubernur, yang dibantu oleh Izaac I Saimima dan Zainal Abidin Rahawarin yang mem­bidangi pembangunan dan peme­rin­tahan. Selanjutnya mantan rektor Unpatti MJ Saptenno dan Yantje Wenno ditunjuk membidangi infra­struktur serta M Saleh Thio dan Jo­hana Irma Betaubun yang mem­bi­dangi SDM dan kesejahteraan rakyat.

Tokoh yang Dikenang Luas

Semasa hidupnya, Said Assagaf dikenal sebagai sosok yang san­tun, religius, serta mudah diterima oleh berbagai kalangan. Banyak pihak menilai beliau sebagai tokoh penyejuk dan pemimpin yang me­ngutamakan kepentingan masya­rakat dan stabilitas daerah.

Ungkapan duka terus mengalir dari sejumlah pejabat, tokoh mas­ya­rakat, dan rekan politiknya. Mereka me­nyebut sangat kehila­ngan se­orang pemimpin seperti Said Assa­gaff. Warisan paling dikenang dari kepemimpinan Assagaf meliputi dorongan terhadap percepatan pembangunan wilayah tertinggal, penguatan program pendidikan, promosi Maluku sebagai destinasi wisata musik dan budaya,serta pembangunan hubungan harmonis antar komunitas pasca konflik sosial diera sebelumnya. (S-26)

BERITA TERKAIT