AMBON, Siwalima.id - Kabar duka menyelimuti Maluku, Mantan Gubernur, Said Assagaff tutup usia di Jakarta, Minggu (30/11) dalam usia 72 tahun.
Politikus Partai Golkar Maluku dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat selama seminggu, dan akhirnya tutup usia pada pukul 17.35 WIB.
Orang dekat mantan Gubernur Maluku, Husien Marasabessy yang saat ini berada di RSCM mengungkapkan, mantan Ketua DPD Partai Golkar Maluku itu mengalami komplikasi penyakit yaitu, Jantung, Ginjal dan stroke.
“Yang saya tahu komplikasi jantung, ginjal dan ada seperti jamur di tenggorokan. Terakhir itu beliau didiagnosa kena stroke, dan sudah tiga hari badan sebelah kiri sudah tidak bergerak, “ ujarnya.
Setelah kurang lebih seminggu dirawat, dan bertepatan dengan kahadiran cucu Assagaff yang baru tiba dari Belgia, kemudian kesepakatan keluarga dengan pertimbangan dokter RSCM untuk membuka alat medis yang dipasang pada tubuh Assagaff,
“Saat alat medis dilepas tidak berselang lama, Pak Bib meninggal pada pukul 17.35 WIB, “katanya.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Jakarta, sambal menunggu kordinasi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa apakah akan dilakukan upacara kedinasan atau tidak.
“Rencana pemakaman itu di Jakarta, sementara lagi koordinasi dengan pak gubernur kira-kira bagaimana nanti, apakah ada upacara kedinasan atau tidak, itu nanti keputusannya ada di Gubernur. Rencana pemakaman besok tapi masih kordinasi dengan gubernur sehingga belum pasti pukul berapa pemakamannya, “tuturnya.
Dimata Husein, Assagaff merupakan tokoh yang sangat luar biasa. Menurutnya, masalah perimbangan di Maluku sangat diperhatikan oleh mantan Sekda Maluku itu. Pasalnya, Maluku sangat kehilangan sosok Assagaff.
Hal serupa juga disampaikan oleh Izak Saimima. Dimata Saimima, Assagaff merupakan sosok yang penuh tanggungjawab.
“Ada tanggungjawab beliau dengan Lawamena ini. Jadi beliau ini sangat peduli dengan hal-hal yang terkait dengan Maluku” tandasnya.
Untuk diketahui, Said Assagaff dikenal sebagai salah satu figur penting yang berperan besar dalam perjalanan pembangunan Maluku, baik melalui jalur birokrasi pemerintahan maupun politik.
Jejak Karir & Pengabdian
Said Assagaff lahir di Ambon pada 29 November 1953. Karier birokrasi dan politiknya terentang panjang, dengan rekam jejak yang kuat di berbagai posisi strategis:
1. Gubernur Maluku (2014–2019)
Sebagai Gubernur Maluku, Assagaff memimpin sejumlah program prioritas, antara lain: penguatan konektivitas pulau-pulau, percepatan layanan dasar, serta peningkatan iklim investasi berbasis sektor unggulan seperti perikanan dan pariwisata.
Kepemimpinannya dikenal tenang namun tegas, dengan fokus pada stabilitas daerah dan pembangunan jangka panjang.
2. Wakil Gubernur Maluku (2008–2013)
Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia lebih dulu mendampingi Gubernur Karel Ralahalu sebagai Wakil Gubernur. Pada periode ini, ia terlibat dalam penyusunan sejumlah kebijakan strategis pembangunan wilayah kepulauan.
3. Birokrat Senior Pemprov Maluku
Sebelum masuk ke jabatan politik, Assagaf merupakan birokrat yang meniti karier dari bawah hingga menduduki posisi penting seperti, Sekretaris Daerah Maluku, Kepala Bappeda Maluku, serta berbagai jabatan penting lainnya.
4. Ketua DPD Golkar Maluku
Selain karier pemerintahan, Said Assagaff juga aktif dalam politik. Pada 2016, ia terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Provinsi Maluku. Di kepemimpinannya, Golkar Maluku memperluas basis dukungan serta mengkonsolidasikan kekuatan politik di tingkat kabupaten/kota.
5. Ketua Tim Pemenangan Lawamena
Said Assagaff sebagai tokoh politik yang mumpuni dipercayakan oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Hendrik Lewerissa dan Abdullah Vanath (Lawamena) dan berhasil membawa pasangan ini terpilih sebagai Gubenrur dan Wakil Gubernur Maluku periode 2024-2029.
6. Ketua Tim Transisi
Setelah menghentarkan pasangan Lawamena memenangkan Pilkada Gubenrur dan Wakil Gubernur, Assagaff ditunjuk sebagai Ketua Transisi pergantian pemerintahan lama ke pemerintahan baru.
Tim ini ditugaskan bahas program yang merupakan bagian dari janji kampanye maupun visi-misi pemerintahan baru yang harus diselaraskan dengan RPJMD, sehingga permudah kerja pasangan Lawamena ketika dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, termasuk juga disesuaikan dengan program pemerintah pusat.
7. Tim Ahli Gubernur
Setelah sukses sebagai Ketua Tim Transisi, Gubenrur Maluku Hendrik Lewerissa kembali mempercayakan Said Assagaff sebagai Koordinator Tim Ahli Gubernur, yang dibantu oleh Izaac I Saimima dan Zainal Abidin Rahawarin yang membidangi pembangunan dan pemerintahan. Selanjutnya mantan rektor Unpatti MJ Saptenno dan Yantje Wenno ditunjuk membidangi infrastruktur serta M Saleh Thio dan Johana Irma Betaubun yang membidangi SDM dan kesejahteraan rakyat.
Tokoh yang Dikenang Luas
Semasa hidupnya, Said Assagaf dikenal sebagai sosok yang santun, religius, serta mudah diterima oleh berbagai kalangan. Banyak pihak menilai beliau sebagai tokoh penyejuk dan pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan stabilitas daerah.
Ungkapan duka terus mengalir dari sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan rekan politiknya. Mereka menyebut sangat kehilangan seorang pemimpin seperti Said Assagaff. Warisan paling dikenang dari kepemimpinan Assagaf meliputi dorongan terhadap percepatan pembangunan wilayah tertinggal, penguatan program pendidikan, promosi Maluku sebagai destinasi wisata musik dan budaya,serta pembangunan hubungan harmonis antar komunitas pasca konflik sosial diera sebelumnya. (S-26)