AMBON, Siwalimanews –Â Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan, hari ini Kamis (12/3), Bupati Buru Selatan (Bursel), Tagop Sudarsono Soulisa menjalani pemeriksaan di Kantor KPK , Jalan Kuningan Persada Kav.4 Jakarta Pusat.
Pemeriksaan terhadap Tagop terkait dugaan graÂtiÂfikasi atas proyek infraÂstruktur di Kabupaten BurÂsel tahun 2011-2016. Sebelumnya, KPK sudah periksa sejumlah pihak di Kota Ambon dan di NamÂrole ibukota Kabupaten Bursel pekan lalu
Mereka yang diperiksa itu para pengusaha jasa konstruksi yang selama ini mengerjakan proyek-proÂyek pemerintah di KabuÂpaten Bursel dan cukup dekat dengan Tagop.
Tagop disebut-sebut punya peranan besar dalam dugaan gratifikasi, sebab secara emosional kedekatan bupati dua periode itu dengan para pengusaha kakap terÂsebut. Saat ini Tagop sudah berada di Jakarta. Tagop meninggalkan Namrole pekan lalu usai KPK turun periksa sejumlah pihak baik di Kota Ambon maupun di Namrole.
Tagop yang dihubungi melalui telepon selulernya tidak berhasil, lantaran telepon gemgamnya tidak aktif. Sedangkan juru bicara KPK, Ali Fikri yang dikonfirmasi perihal pemeriksaan Tagop membenarÂkannya. Melalui pesan WhatsApp Ali Fikri mengatakan Tagop dipeÂriksa besok (hari ini Red) di gedung KPK. Ditanya waktu pemeriksaan kapan, Ali Fikri tidak mau menjeÂlaskan dengan alasan kasus gratifiÂkasi Bursel sementara penyelidikan.
âBenar, Bupati Bursel besok (hari ini Red) diperiksa di gedung KPK di Jakarta. Agenda panggilan perÂminÂtaan keterangan. Maaf ya, kasus masih dalam penyelidikan. Mohon maaf kami tidak bisa menjelaskan lebih detail, karena masih penyeliÂdikan,â kata Ali Fikri melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/3).
KPK ke Namrole
Seperti diberitakan, penyidik KPK turun langsung ke Namrole guna meÂmeriksa para pengusaha yang sebaÂgian domisili di Namrole termaÂsuk ASN di Dinas PU Kabupaten Bursel.
âPenyidik KPK sempat turun pekan kemarin di Namrole terkait kasus dimaksud. Tapi tim penyidik KPK itu sudah balik Jumat (6/3) lalu. Agendanya masih soal gratifikasi,â beber sumber.
Tagop kata sumber disebut-sebut punya peranan besar dalam dugaan gratifikasi. Saat ini Tagop sudah berada di Jakarta. Meski demikian, menurut sumber, dari sejumlah pengusaha kakap yang diperiksa, ada satu nama yang paling berpeÂngaruh dalam kasus ini yakni Honggianto alias Tiong.
Tiong belum pernah diperiksa. Pria paruh baya itu pekan lalu baru diperiksa secara intensif oleh KPK. âKarena yang diperiksa itu semua saksi yang sebelumnya sudah perÂnah diperiksa di kantor BPKP Perwakilan Maluku dan saksi yang baru hanyalah Tiong. Tiong ini peÂranan cukup besar dalam gratifikasi. Tiong juga sudah diperiksa Minggu kemarin,â kata sumber terpercaya yang enggan namanya dikorankan kepada Siwalima, Selasa (10/3).
Sumber ini mengaku, Tiong punya peranan besar dalam kasus dugaan gratifikasi, karena yang bersangÂkutan banyak tangani proyek di Kabupaten Bursel yang diduga sebagai kompensasi atas gratifikasi.
Pemeriksaan oleh penyidik KPK di Namrole tak hanya para konÂtraktor, tetapi juga terhadap sejumÂlah PNS. âPemeriksaan Minggu kemarin itu bukan hanya kepada para kontraktor, tapi juga kepada sejumlah PNS di lingkup Pemkab Bursel. Mereka ini dari Dinas PU dan ULP. Intinya mereka punya kaitan dengan aktivitas tender proÂyek di Kabupaten Bursel,â ungkap sumber.
Para PNS itu yang diperiksa juga sebelumnya sudah pernah diperiksa KPK dan ditulis media. âPNS yang diperiksa itu sebelumnya juga sudah pernah diperiksa. Sudah pernah ditulis media,â ucapnya.
Namun, lanjut sumber lagi, selain PNS yang selama ini disebut media, ada sejumlah PNS juga yang sudah pernah diperiksa oleh penyidik KPK di Kantor KPK pertengahan bulan Desember 2019 lalu.Kepala ULP Kabupaten Bursel Umar Rada yang dikonfirmasi Selasa (10/3) malam mengaku tidak terÂmasuk dalam seÂjumlah saksi yang diperiksa bersama para kontraktor Minggu lalu.
âMaaf, beta tidak termasuk,â kata Umar singkat melalui telepon seluÂlernya.
Namun, Umar tak membantah perÂnh diperiksa penyidik KPK perteÂngahan bulan Desember 2019 lalu. âKalau periksa Desember tahun lalu Iya,â kata Umar singkat.
KPK tambah sumber, tak hanya meeriksa para kontraktor dan PNS di Ambon, tapi sejumlah penyidik KP pun sempat mendatangi KanÂtor BuÂpati Bursel dalam kepentingan penaÂnganan kasus gratifikasi terÂsebut.
âTak hanya periksa saksi, Minggu lalu sejumlah penyidik juga datang ke Namrole dan sempat mendatangi Kantor Bupati, ketemu siapa disana saya kurang tahu persis, tapi mereka datang diam-diam dan terkait penaÂnganan kasus dugaan gratifikasi,â bebernya.
Juru bicara KPK, Ali Fikri yang dikonfirmasi melalui telepon seluÂlernya Selasa (10/3) perihal pemangÂgilan guna kepentingan pengamÂbilan keterangan terhadap Bupati Bursel, Tagop Sudarsono tidak berÂhasil, Pesan WhatsApp yang dikirim pun tidak dijawab.
Masih Penyelidikan
Sebelumnya diberitakan, KPKÂ memastikan kasus dugaan pemÂberian hadiah atau gratifikasi atas proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011-2016 masih dalam penyelidikan.
Juru bicara KPK Ali Fikri meÂngakui, tim KPK memeriksa sejumlah kontraktor di Ambon pada Rabu (4/3) hingga Jumat (6/3) lalu, terkait dugaan gratifikasi tersebut. Namun ia menolak untuk menyebutkan para kontraktor yang diperiksa dengan alasan masih tahap penyelidikan.
âBenar, tapi mohon maaf karena ini masih penyelidikan maka kami tidak bisa menginformasikan secara detail terkait kegiatan dimaksud,â jelas Fikri, melalui pesan whatsapp, kepada Siwalima, Senin (9/3).
Fikri juga mengakui, pemeriksaan para kontraktor dilakukan selama tiga hari di Kantor BPKP Perwakilan Maluku. Terkait hasil pemeriksaan, ia juga menolak memberikan keÂteÂrangan. âMaaf masih penyelidikan,â ujarnya.
Soal pemeriksaan Pemda KabuÂpaÂten Buru Selatan, Fikri belum bisa meÂmastikan. Menurutnya, hal itu terganÂtung kebutuhan penyelidikan. âPemaÂnggilan permintaan keteraÂngan pihak-pihak dalam proses ini tergantung kebutuhan penyelidiÂkan,â jelasnya.
Fikri menegaskan, kalau dirinya tak bisa berkomentar lebih jauh, karena kasus ini masih dalam penyelidikan.
Tiga Hari KPK Cecar
Seperti diberitakan, pengusutan kasus dugaan pemberian hadiah atau gratifikasi atas proyek infraÂstruktur di Kabupaten Buru Selatan selama 2011 sampai dengan 2016 terus bergulir.
Sejumlah kontraktor di Ambon kembali dicecar KPK selama tiga hari, Rabu (4/3) hingga Jumat (6/3). Periksaan dipusatkan di Kantor BPKP Perwakilan Maluku, Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.
Pantauan Siwalima di Kantor BPKP Jumat, pemeriksanan dilakuÂkan di lantai II gedung utama. Semua security yang bertugas dilarang unÂtuk memberikan keterangan kepada orang luar, termasuk ke wartawan soal kehadiran tim anti rasuah itu.
Sebelumnya tim KPK pernah ke Ambon awal Juli 2019 lalu, melaÂkukan pemeriksaan terkait dugaan pemÂberian hadiah atau gratifikasi atas proyek infrastruktur di Buru Selatan.
Pemeriksaan dipusatkan di Kantor BPKP Perwakilan Maluku. Belasan pengusaha dicecar. Para pengusaha yang diperiksa diantaranya Dirut PT Dinamika Maluku Rudy Tandean alias Atong, Direktur PT Vidi Citra Kencana Ivana Kwelju, Dirut PT Fajar Mulia MarÂkus Kwelju, Dirut CV Venny Katrida Kwelju, Dirut PT Cahaya Citra Mandiri Abadi; Christy Marino Oei, M. Lewakabessy, Henny Lopies.
Dalam pemeriksaan mereka diwaÂjibkan membawa rekening pribadi, dan rekening perusahaan. Rekening koran bank juga sudah di tangan KPK. Tim KPK yang dipimpin Ronny Roy saat itu juga memeriksa sejumÂlah pegawai di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bursel. DiantaraÂnya, Josep AM Hungan, Thomas WatÂtimury, StevaÂnus Lesnussa, Agus Mahargianto, dan Andrias Maun.
Pemeriksaan didasarkan pada surat penugasan yang ditandataÂngani atas nama pimpinan Deputi Bidang Penindakan Up Direktur Penyelidikan KPK. (S-32)