AMBON, Siwalima.id - Kepala Kantor Wilayah Kemenag Maluku H Yamin menjelaskan, Kanwil Agama Maluku telah melakukan pemantauan hilal atau Rukyatul hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 Hijiriah 2026 Masehi dan hasilnya hilal tidak terlihat.
Dijelaskan pada pukul 18.30 WIT posisi Hilal di Kota Ambon berada pada capaian ketenggian 1,740° dan menurut kesepakatan dari Mabim, namun pada elongasi 2,24° yang secara kesepakatan mabim belum mencapai elongasi yang ditentukan yakni 6,4°.
“Tadi kita sudah melaksanakan Rukyatul hilal di Hotel Tirta Kencana dapat kita pastikan di Provinsi Maluku hilal tidak terlihat karena titik hilal itu masih berada di bawah awan dari kesepakatan dari mabim tersebut,” ucap Yamin kepada wartawan di Ambon, Selasa (17/2).
Menurutnya, karena hilal tidak terlihat maka penetapan satu Ramadhan 1447 Hijriah harus mengikuti penetapan dalam sidang Isbath yang dilakukan oleh Kementerian Agama.
Kementerian agama lanjut Yamin berdasarkan perhitungan telah menetapkan satu ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. “Kemenag sudah tetapkan satu Ramadhan jatuh pada 19 Februari,” tegas Yamin.
Yamin berharap dengan penetapan satu Ramadhan tersebut, maka umat muslim di Maluku dapat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadhan dengan baik dan menjadi simbol kebersamaan umat muslim di Maluku.(S-20)