AMBON, Siwalima.id - Kejaksaan Tinggi Maluku bersama BPKP Perwakilan Maluku melakukan audit investigatif proyek air bersih di Pulau Haruku, yang bersumber dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI).
Tim gabungan Kejati dan BPKP dilaporkan telah turun langsung ke sejumlah negeri di Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, yakni Negeri Haruku, Wasu, Aboru, Pelauw, dan Kailolo.
Di lokasi-lokasi tersebut, tim melakukan pemeriksaan fisik infrastruktur air bersih, mencocokan volume pekerjaan dengan dokumen kontrak, serta menelusuri alur penggunaan anggaran.
Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan, audit investigatif dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan, realisasi anggaran, dan hasil pekerjaan di lapangan.
“Jadi pemeriksaannya lebih mendalam. Tidak hanya administrasi, tapi juga uji fisik dan potensi kerugian negara,” ujar sumber itu.
Proyek air bersih di Pulau Haruku sebelumnya digadang sebagai program strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Namun, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaannya sehingga mendorong aparat penegak hukum melakukan pendalaman serius.
Sekedar tahu Kasus yang kini berada di tingkat penyidikan ini mulai serius diusut oleh pihak Kejati Maluku.
Terkendala Lapangan
BPKP Perwakilan Maluku mengaku, hingga saat ini audit terhadap dugaan korupsi proyek air bersih Haruku belum tuntas.
Pasalnya, salah satu penyebab audit terhadap kasus proyek air bersih yang ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku tersebut belum tuntas, yakni pengujian lapangan yang belum dilakukan.
Kepala BPKP Perwakilan Maluku, Bagus Putu Santika beberapa waktu lalu memang tim pemeriksa telah mengagendakan turun ke Pulau Haruku, namun dibatalkan karena kondisi cuaca saat itu.
“Untuk air bersih Haruku sedang dalam proses cuma tahapan pengujian lapangan yang belum jalan karena itu kita perlu koordinasi lanjut dengan penyidik,” ucap Bagus kepada wartawan di Kantor BPS Maluku, Senin (3/11).
Menurutnya, pengujian lapangan merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan guna memastikan setiap spot pekerjaan air bersih telah dikerjakan sesuai dokumen perencanaan atau belum.
Hasil pengujian lapangan nantinya kata Bagus, akan menjadi salah satu bukti pendukung dalam menghitung berapa besar kerugian negara atas pekerjaan air bersih tersebut. “Saat ini kita sementara melakukan koordinasi dengan penyidik agar dalam waktu dekat tim akan turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Bagus.(S-26)