AMBON, Siwalimanews – Kapolda Maluku IrÂjen Dadang Hartanto melanjutkan program pendekatan humanis dengan masyarakat meÂlalui kegiatan keÂagamaan lintas iman.
Pada Minggu (7/9), Kapolda hadir di dua rumah ibadah berbeÂda yakni, Masjid Al-MusÂyafa di kawasan Batu Merah OngÂkoÂliong, Kecamatan Sirimau, dan GeÂreja Pniel GPM Latuhalat, KecaÂmatan NusaÂniÂwe, Kota Ambon.
Di Masjid Al-Musyafa, Kapolda bersama jaÂjaran melaksanakan shalat subuh berjamaah dengan warga sekitar. Kehadirannya diÂsambut hangat oleh jamaah dan pengurus masjid.
Seusai shalat, Kapolda berÂdiaÂlog dengan warga mendengarkan aspirasi, sekaligus menyampaiÂkan pesan kamtibmas.
âShalat berjamaah bukan hanya ibadah, tetapi juga sarana memÂpererat silaturahmi dan kebersaÂmaan. Polri hadir di tengah masÂyarakat bukan sekadar untuk pengamanan, melainkan juga berbagi nilai persaudaraan,â ujar Kapolda.
Kapolda mengajak masyarakat menjaga persatuan, menolak provokasi, dan menghindari periÂlaku yang berpotensi memicu konflik sosial.
Menurutnya, budaya damai harus tumbuh dari nilai agama, adat dan kearifan lokal Maluku.
Setelah itu, Kapolda juga meÂnyapa jemaat di Gereja Pniel, GPM Latuhalat. Didampingi sejumlah pejabat utama Polda Maluku, ia menyerukan pentingnya membaÂngun Maluku yang damai tanpa kekerasan.
Dalam sambutannya, Kapolda menyoroti fenomena kekerasan di Maluku, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga hingga taÂwuran antar kelompok yang sebaÂgian besar melibatkan generasi muda.
âGenerasi muda seharusnya menjadi harapan, bukan terjeruÂmus dalam konflik. Energi mereka harus diarahkan untuk membaÂngun Maluku yang lebih baik,â katanya.
Kapolda menekankan peran orang tua, tokoh agama, dan masÂyarakat dalam membimbing geneÂrasi muda serta mengajarkan peÂnyelesaian masalah melalui musyawarah, bukan kekerasan.
Ia juga mengingatkan masyaraÂkat agar taat hukum dan tidak mengambil jalan pintas dalam menyelesaikan persoalan.
âKami berkomitmen menegakÂkan hukum secara adil, konsisten, dan humanis. Keberhasilan itu membutuhkan doa, dukungan dan sinergi semua pihak,â ujarnya.
Kunjungan lintas iman tersebut disebut sebagai wujud keseriusan Polri memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Selain menjadi ajang silaturahÂmi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog terbuka demi terwuÂjudnya Maluku yang aman, damai, dan sejahtera. (S-25)