SIWALIMA.id > Berita
Kapolda: Anggota Terbukti Calo, Bakal Dipecat
Daerah , Headline | Rabu, 10 Desember 2025 pukul 15:34 WIT

DOBO, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Har­tanto menegaskan, pihaknya telah berkomitmen dalam melakukan perekrutan calon siswa Bintara Polri harus be­nar-benar bersih dan trans­pran serta bebas da­ri prak­tek Korup­si, Kolusi dan Nepotisme.

Untuk itu, bila ada anggota Polda Maluku yang terbukti terlibat sebagai calo pada proses penerimaan casis Bintara Polri, maka dipastikan anggota tersebut akan dipecat.

Hal tersebut ditegaskan kapolda kepada waratawan usai memberikan arahan kepada seluruh personel polres, di Mapolres Aru, Selasa (9/12).

Untuk mewujudkan komitmen itu, kata kapolda, maka dirinya mengumpulkan para orang tua casis serta panitia dan pengawas untuk menandatangani pakta integritas.

Hal ini dilakukan, guna men­ce­gah, jangan sampai ada orang orang tua yang tertipu dengan iming-iming orang yang tak bertang­gungjawab yang menjanjikan kelulusan bagi anak mereka.

“Kita juga ingin beritahukan, bahwa sistem yang kita bangun sekarang ini, sudah tidak bisa lagi untuk bayar-bayar gitu loh,” jelas kapolda.

Kapolda menegaskan, jika ada kedapatan anggota yang menyata­kan dapat menjamin kelulusan ca­sis dalam seleksi laporkan lang­sung, maka informasi tersebut akan dibuka.

“Kalau ada kedapatan seperti ini laporkan kepada saya, maka saya minta buka informasi, sehingga bila ada ketahuan, pasti saya akan periksa itu. Karena itu target saya. Kadang-kadang mata dan telinga saya itu saya buka lebar-lebar,” tandas Kapolda.

Untuk kapolda minta kepada insan pers untuk membantu Polda Maluku dalam memberantas para calo ini, sehingga jika ada infor­masi seperti itu langsung laporkan. Pasalnya masyarakat yang me­ngetahui informasi ini tak berani melaporkannya.

Padahal, nanti setelah tertipu dengan rayuan gombal para calo baru mau melaporkan peristiwa itu ke Polda Maluku.

“Untuk itu permasalahan sekecil apapun, lapor kepada saya kan ada WA saya, laporkan saja, pak ini ada orang nawarkan segini, pak,” ujar kapolda mencontohkan.

Kapolda menegaskan, masya­ra­kat tak perlu takut untuik mela­porkan hal seperti ini, sebab iden­titas pelapor pasti akan dirahasia­kan bahkan masyarakat melapor­kan informasi tersebut akan dibe­rikan penghargaan atau reward.

“Nanti jika ketahuan siapa ang­gota yang melakukan perbuatan ini, maka tetap akan dipecat tidak dengan hormat alias PTDH.

Seleksi Bintara Brimob

Sebelumnya diberitakan, Kapol­da Maluku, Irjen Dadang Hartanto memastikan seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Panda Maluku tahun 2026 bersih, transparan, objektif, dan akuntabel.

Hal ini disampaikan jenderal bin­tang dua saat meninjau pelak­sanaan CAT akademik dalam proses seleksi penerimaan Bin­tara Brimob Polri Panda Maluku di Lab komputer SMA Negeri 2 Ambon, Minggu (30/11).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Karo SDM Polda Maluku, Kabid TIK, beserta unsur pengawas internal dan eksternal.

Rombongan meninjau secara menyeluruh kesiapan perangkat komputer, sistem CAT, verifikasi peserta, hingga mekanisme peng­a­wasan selama tes berlangsung.

Kapolda memastikan seluruh sarana pendukung berfungsi de­ngan baik sehingga tidak meng­ganggu konsentrasi peserta.

Ia juga mengecek secara lang­sung penerapan standar opera­sio­nal prosedur selama proses se­leksi berlangsung, termasuk jami­nan bahwa setiap peserta men­dapatkan kesepatan yang sama.

“Pelaksanaan seleksi harus benar-benar dijaga integritasnya. Rekrutmen anggota Polri, khusus­nya Bintara Brimob, sangat disorot publik sehingga panitia wajib bekerja profesional dan disiplin,” terang Kapolda.

Ia menekankan tidak boleh ada ruang bagi praktik percaloan mau­pun bentuk pelanggaran lainnya.

Menurutnya, keberadaan penga­was internal dan eksternal meru­pakan instrumen penting untuk me­mastikan setiap proses ber­lang­sung transparan.

Kepada para peserta, ia berpe­san agar mengikuti seluruh taha­pan seleksi dengan sungguh-su­ngguh dan percaya pada kemam­puan sendiri.

Kapolda juga mengingatkan agar peserta tidak mudah terpe­ngaruh oleh oknum yang mena­warkan janji kelulusan. “Seluruh proses seleksi dilaksanakan se­cara terbuka, menggunakan sis­tem penilaian komputerisasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan percaya pada janji siapapun,” ingatnya. (S-11)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps