DOBO, Siwalima.id - Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto menegaskan, pihaknya telah berkomitmen dalam melakukan perekrutan calon siswa Bintara Polri harus benar-benar bersih dan transpran serta bebas dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.
Untuk itu, bila ada anggota Polda Maluku yang terbukti terlibat sebagai calo pada proses penerimaan casis Bintara Polri, maka dipastikan anggota tersebut akan dipecat.
Hal tersebut ditegaskan kapolda kepada waratawan usai memberikan arahan kepada seluruh personel polres, di Mapolres Aru, Selasa (9/12).
Untuk mewujudkan komitmen itu, kata kapolda, maka dirinya mengumpulkan para orang tua casis serta panitia dan pengawas untuk menandatangani pakta integritas.
Hal ini dilakukan, guna mencegah, jangan sampai ada orang orang tua yang tertipu dengan iming-iming orang yang tak bertanggungjawab yang menjanjikan kelulusan bagi anak mereka.
“Kita juga ingin beritahukan, bahwa sistem yang kita bangun sekarang ini, sudah tidak bisa lagi untuk bayar-bayar gitu loh,” jelas kapolda.
Kapolda menegaskan, jika ada kedapatan anggota yang menyatakan dapat menjamin kelulusan casis dalam seleksi laporkan langsung, maka informasi tersebut akan dibuka.
“Kalau ada kedapatan seperti ini laporkan kepada saya, maka saya minta buka informasi, sehingga bila ada ketahuan, pasti saya akan periksa itu. Karena itu target saya. Kadang-kadang mata dan telinga saya itu saya buka lebar-lebar,” tandas Kapolda.
Untuk kapolda minta kepada insan pers untuk membantu Polda Maluku dalam memberantas para calo ini, sehingga jika ada informasi seperti itu langsung laporkan. Pasalnya masyarakat yang mengetahui informasi ini tak berani melaporkannya.
Padahal, nanti setelah tertipu dengan rayuan gombal para calo baru mau melaporkan peristiwa itu ke Polda Maluku.
“Untuk itu permasalahan sekecil apapun, lapor kepada saya kan ada WA saya, laporkan saja, pak ini ada orang nawarkan segini, pak,” ujar kapolda mencontohkan.
Kapolda menegaskan, masyarakat tak perlu takut untuik melaporkan hal seperti ini, sebab identitas pelapor pasti akan dirahasiakan bahkan masyarakat melaporkan informasi tersebut akan diberikan penghargaan atau reward.
“Nanti jika ketahuan siapa anggota yang melakukan perbuatan ini, maka tetap akan dipecat tidak dengan hormat alias PTDH.
Seleksi Bintara Brimob
Sebelumnya diberitakan, Kapolda Maluku, Irjen Dadang Hartanto memastikan seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Panda Maluku tahun 2026 bersih, transparan, objektif, dan akuntabel.
Hal ini disampaikan jenderal bintang dua saat meninjau pelaksanaan CAT akademik dalam proses seleksi penerimaan Bintara Brimob Polri Panda Maluku di Lab komputer SMA Negeri 2 Ambon, Minggu (30/11).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Karo SDM Polda Maluku, Kabid TIK, beserta unsur pengawas internal dan eksternal.
Rombongan meninjau secara menyeluruh kesiapan perangkat komputer, sistem CAT, verifikasi peserta, hingga mekanisme pengawasan selama tes berlangsung.
Kapolda memastikan seluruh sarana pendukung berfungsi dengan baik sehingga tidak mengganggu konsentrasi peserta.
Ia juga mengecek secara langsung penerapan standar operasional prosedur selama proses seleksi berlangsung, termasuk jaminan bahwa setiap peserta mendapatkan kesepatan yang sama.
“Pelaksanaan seleksi harus benar-benar dijaga integritasnya. Rekrutmen anggota Polri, khususnya Bintara Brimob, sangat disorot publik sehingga panitia wajib bekerja profesional dan disiplin,” terang Kapolda.
Ia menekankan tidak boleh ada ruang bagi praktik percaloan maupun bentuk pelanggaran lainnya.
Menurutnya, keberadaan pengawas internal dan eksternal merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap proses berlangsung transparan.
Kepada para peserta, ia berpesan agar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan percaya pada kemampuan sendiri.
Kapolda juga mengingatkan agar peserta tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menawarkan janji kelulusan. “Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, menggunakan sistem penilaian komputerisasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan percaya pada janji siapapun,” ingatnya. (S-11)