SIWALIMA.id > Berita
Jadi Kawasan Pariwisata Unggulan, Banda Mulai Ditata
Daerah , Headline | Kamis, 27 November 2025 pukul 14:28 WIT

AMBON, Siwalima.id - Upaya Pemerintah Pro­vinsi Maluku untuk melakukan penataan kawasan Pulau Banda se­bagai parawisata ung­gulan mulai dilaku­kan.

Hal ini ditandai de­ngan peletakan batu pertama proyek pem­bangunan prome­da­ne, pedestarian dan sumur resapan kawa­san kumuh Pulau Banda yang menelan anggaran Rp 9.430. 000.000.

Proyek yang akan dikerjakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman melalui Balai Penyedia Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maluku ini, ditargetkan akan rampung di akhir tahun 2025 nanti.

Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik, adanya program penataan kawasan kumuh di Pulau Banda yang sangat strategis dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas lingkungan kesejahteraan masyarakat.

“Peletakan batu pertama ini bukan sekadar sebuah seremoni simbolis, melainkan sebuah tong­gak awal dimulainya upaya nyata oleh pemerintah dalam mewujud­kan lingkungan tempat tinggal yang layak huni, sehat, produktif dan berke­lanjutan,” ujar gubernur dalam sambutannya saat pele­takan batu pertama proyek itu, Rabu (26/11).

Gubernur mengungkapkan, melalui program ini pemerintah tidak hanya menghadirkan infra­struktur tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat Banda. 

Pemerintah pusat akan mela­kukan pembangunan infrastruktur permukiman di Pulau Banda, yang meliputi pembangunan pedestrian, promenade, dan sumur resa­pan yang tersebar di beberapa titik lokasi yaitu, Desa Nusantara, Desa Dwi warna dan Desa Kam­pung Baru.

Pembangunan pedestrian dan promenade ini, tidak hanya mem­percantik wajah desa, tetapi juga mendukung aspek keselamatan pejalan kaki, meningkatkan akse­sibilitas dan memperkuat citra Banda sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia dengan wajah yang tertata, estetik dan ramah lingkungan. 

Sedangkan untuk sumur resapan akan dibangun 118 unit di kawasan kumuh Pulau Banda, yang tersebar di enam desa, yaitu Desa Nusantara 50 unit, Desa Dwi Warna 5 unit, Desa Kampung Baru 20 unit, Desa Merdeka 6 unit, Desa Tanah Rata 31 unit dan Desa Rajawali 6 unit.

“Pembangunan sumur resapan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup, mengurangi risiko genangan air dan banjir, menjaga ketersediaan air tanah, serta mendukung konsep Banda sebagai wilayah permukiman yang hijau, sehat dan berkelanjutan,” tandas Gubernur.

Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, generasi muda, hingga masyarakat untuk mendukung pem­bangunan ini dengan men­jaga keamanan, kelancaran, serta ikut merawat hasil pembangunan di daerah ini. 

“Semua yang kita bangun hari ini, adalah warisan bagi generasi di masa depan,” tutup Gubernur.

Tinjau Situs Budaya

Sementara itu, disela-sela kunjungan di Pulau Banda, guber­nur berkesempatan melihat lang­sung beberapa cagar budaya yang dijadikan destinasi parawisata.

Alhasil gubernur minta seluruh masyarakat yang menetap di Pulau Banda maupun wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk men­jaga dan melestarikan situs budaya peninggalan kolonial tersebut.

Bersama Ketua TP-PKK Maya Baby Lewerissa, gubernur melihat langsung beberapa cagar budaya, seperti Gereja Tua Hollandische Kerk te Banda dan Istana Mini.

Gubernur mengaku, kagum dengan keberadaan situs budaya peninggalan kolonial yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Banda.

“Banda ini layak menjadi pusat budaya peninggalan kolonial sebab hampir semua situs yang ada memiliki nilai sejarah yang luar biasa,” ujar gubernur.

Keberadaan situs budaya tersebut kata gubernur tidak akan memiliki nilai sejarah jika tidak dirawat dan dijaga bukan saja oleh masyarakat lokasi tetapi juga para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Banda.

Masyarakat dan wisatawan harus mencintai dan rasa memiliki semua situs budaya sebagai pengingat bahwa pada zaman dahulu Banda dan Maluku secara umum memiliki daya tarik luar biasa bagi para negara kolonial.

“Pulau Banda ini memiliki begitu banyak cerita yang luar biasa pada masanya makanya untuk memas­tikan Banda tetap menjadi desti­nasi wisata nasional dan manca­negara maka sebagai gubernur saya minta semua stakeholder un­tuk menjaga semua situs budaya sebagai warisan yang harus terus dilestarikan,” pinta gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur berkesempatan melihat langsung pameran UMKM bahkan memborong produk yang dipa­merkan pelaku UMKM

Gubernur berharap, UMKM di Pulau Banda terus bertumbuh sebagai penopang utama per­ekonomian di pulau tersebut secara khusus dan Maluku secara umum. (S-20)

BERITA TERKAIT