SIWALIMA.id > Berita
Investasi 600 Miliar Segera Terealisasi di Maluku
Daerah , Headline | Jumat, 27 Maret 2026 pukul 14:32 WIT

AMBON, Siwalima.id - Dalam waktu dekat dipastikan investasi senilai 600 miliar disektor budidaya kelapa dalam dan pala segera terealisasi di Pro­vinsi Maluku.

Kepala Dinas Pertanian Maluku, Ilham Tauda mengungkapkan, investasi dengan nilai 600 miliar oleh BUMN PT Perkebunan Nusantara Regional Makasar tersebut akan ber­lokasi di Negeri Liang Awaiya, Keca­matan Teluk Elpaputih, Kabupaten Maluku Tengah.

Menurutnya, pihak PTPN Regional Ma­kassar beberapa kali telah bertemu dengan Gu­bernur dan Bupati Maluku Tengah, dima­na Pemda telah memberikan dukungan terkait hilirisasi kelapa dalam dan pala di Maluku.

“Jadi untuk investasi BUMN saat ini lagi berproses untuk persiapan teknis administrasi melalui Kabu­paten Maluku Tengah, dan diren­canakan dalam waktu dekat sudah groundbreaking yang waktunya akan disesuaikan,” ungkap Ilham kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Kamis (26/3).

Diakuinya, groundbreaking atau peletakan batu pertamanya inves­tasi sebelumnya diagendakan akhir Maret ini, namun terjadi per­geseran waktu sebab direnca­nakan akan dilakukan Presiden Prabowo Subianto melalui daring.

Ilham mengatakan, sesuai laporan PT Perkebunan Nasional Regional Makassar maka nilai investasi di kelapa sebesar 500 miliar, sementara untuk industrialisasi pala dengan nilai investasi mencapai 100 miliar.

“Nilai investasi Kelapa dan Pala ini mencapai 600 miliar,” jelasnya.

Terkait dengan lahan, Ilham menjelaskan akan menggunakan lahan HGU yang telah diterima PT Perkebunan Nasional untuk waktu 30 tahun kedepan, dan meskipun sempat terjadi konflik lahah dengan salah satu Negeri Tananahu, namun telah di fasilitas Pemda Maluku Tengah sehingga tidak ada masalah lagi.

Ilham memastikan jika invetasi ini terealisasi maka akan memberikan dampak luar biasa kepada masyarakat, mulai dari peningkatan ekonomi hingga penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan.

“Karena ini investasinya 600 miliar maka pasti akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah, apalagi ada pro­gram kemitraan dengan para petani sehingga petani bisa menjual hasil pala dan kelapa ke perusahaan juga,”  ujarnya.(S-20)

BERITA TERKAIT