DOBO, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, waÂjah pelayanan publik harus diubah dari yang dulunya berÂbelit-belit, lamban, tidak ramah dan sarat pungutan liar, menjadi peÂlayanan publik yang modern, bersih, efisien dan dinamis, untuk menjaÂwab kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pasalnya, tanpa adanya perubahan wajah pelaÂyanan publik, maka daerah tidak akan pernah menjadi seÂbuah daerah yang maju.
Hal itu diteÂgasÂkan gubernur saat meresmikan teÂras pelayanan publik di Desa BenÂjina, KecamaÂtan Aru Tengah, Kabupaten Aru, Kamis (8/9).
Untuk itu, gubernur menyambut baik serta mengapresiasi peÂlaksanaan peresmian teras pelayanan publik yang digagas Ombudsman Maluku bekerjaÂsama dengan Pemkab Aru dan BPJS Kesehatan serta stakeholder terkait lainnya, dalam mengakses berbagai pelayanan pemerintah, seperti administrasi kependuduÂkan, kesehatan serta berbagai bantuan sosial secara langsung dan gratis.
Sebab, pelayanan publik meruÂpakan hak fundamental setiap warga negara dan kewajiban peÂmerintah untuk menyediakannya secara mudah, cepat, terjangkau dan berkualitas.
âUntuk Kabupaten Aru harus mendapat perhatian serius, dikaÂrenakan kondisi geografis yang masih dihadapkan dengan kenÂdala jarak, biaya dan keterbatasan akses pelayanan dasar, sehingga berdampak pada pemenuhan hak-hak administratif, kesehatan dan sosial masyarakat,â ucap gubernur.
Perkembangan penyelengÂgaraan pelayanan publik saat ini, kata gubernur, wajib menganut paradigma new public service, dimana masyarakat merupakan pusat dari penyelenggaraan pelayanan publik.
Aspirasi masyarakat, menjadi referensi utama dalam menentuÂkan arah kebijakan pembangunan serta menjawab keinginan dan harapan masyarakat, sebagai modal utama untuk kelangsungan pembangunan suatu daerah.
Selain itu, upaya dan strategi peningkatan kualitas pelayanan publik juga, harus dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan deÂngan memperhatikan perubahan dan perkembangan kebutuhan soÂsial, ekonomi dan budaya masÂyarakat.
Disamping itu, tuntutan masyaÂrakat akan hadirnya pelayanan publik yang berkualitas dan profeÂsional menjadi alasan mendasar bagi pemda dan stakeholder terkait untuk melakukan percepatan dalam reformasi pelayanan publik.
Gubernur a juga mendorong kolaborasi antar instansi pemeÂrintah, baik vertikal maupun horizontal, serta keterlibatan masyaÂrakat untuk menciptakan pelayaÂnan publik yang berkualitas, guna menciptakan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pemda.
âKepada Pemkab Aru sebagai pembina dan penanggungjawab penyelenggaraan pelayanan publik di daerah ini, diharapkan untuk menjadi motor penggerak dengan terobosan-terobosan berkualitas penyelenggaraan pelayanan publik dan intensif membangun komuniÂkasi dan kolaborasi yang efektif dengan unit-unit pelayanan dalam rangka mewujudkan pelayanan prima,â pinta gubernur.
Sedangkan kepada masyarakat di Kecamatan Aru Tengah, guÂbernur himbau untuk memanÂfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, guna mengakses berbaÂgai kebutuhan dasar pelayanan publik yang ada.
Ditempat yang sama Kepala Perwakilan Ombudsman Maluku Hasan Slamat mengaku, kegiatan ini menjadi sangat istimewa, buÂkan hanya karena terselenggaÂranya peresmian teras pelayanan publik ini, namun juga karena kehaÂdiran gubernur di bumi CendeÂrawasih.
âUntuk itu, saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan, perhatian dan kehadiran pak guberur yang jadi penyemangat bagi kita semua. Karena sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik, ombudsman memandang penting untuk menginisiasi kegiatan ini, terlebih karena Kabupaten Aru termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang memÂbutuhkan perhatian khusus,â ucap Hasan.
Bupati Aru Timotius Kaidel mengaku, sangat antusias dan bersemangat atas kunjungan guberur dalam persmian ini.
âArahan yang nantinya akan diÂberikan kepada kami, akan menÂjadi acuan bagi kami melanjutkan pembangunan demi Aru yang lebih maju kedepan,â ucap bupati.
Persmian yang dipusatkan di Kantor Camat Aru Tengah tersebut, selain gubenrur dan Kepala PerÂwakilan Ombusdman Maluku dan Bupati Aru, juga dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Ambon, sejumlah pejabat Pemprov Maluku, Wakil Bupati Aru Mohammad DjumÂpa dan Forkopimda Aru. (S-11)