SIWALIMA.id > Berita
Gubernur Jadi Saksi Dua Investor Teken MoU MIP, Uang Besar ke Maluku
Daerah , Headline | Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 23:35 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati SBB Asri Arman, menyaksikan penan­datangan Memorandum of Understanding, pem­bangunan Maluku Integrated Port, di Osaka, Jepang, Selasa (7/10).

Pavilium Indonesia Osa­ka Expo 2025 menjadi saksi bisu dimulainya rencana awal realisasi pembangu­nan Maluku Integrated Port (MIP).

Rencana besar sang Gu­bernur Maluku Hendrik Lewerissa itu mulai me­nun­jukkan langkah maju dengan adanya penanda­ta­nganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman an­tara dua investor besar asal Indonesia dan Jepang.

Dua investor yang telah sepakat untuk membuat rencana awal pembangu­nan MIP tersebut yakni Shanxi Sheng’an Co., Ltd yang merupakan perusa­haan asal Tiongkok dengan PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ).

Penandatanganan MoU dilaku­kan Direktur Eksekutif Shanxi Sheng’an Co., Ltd, Wan Ting dan Direktur PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ), Adam Prakoso yang disaksi­kan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman.

Kedua investor besar ini menya­takan komitmennya untuk berkola­borasi dalam menggarap proyek yang bakal mendatangkan multi­player efek bagi Maluku.

Sebagai langkah awal, kedua investor ini akan melakukan studi kelayakan awal atau Pre-Feasibility Study/Pre-FS sebagai dasar untuk proyek pengembangan Pelabuhan Terpadu Maluku (MIP) yang akan berlokasi di Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Gubernur mengungkapkan berda­sarkan MoU yang telah ditandata­ngani, baik Shanxi Sheng’an Co., Ltd maupun PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ) sepakat untuk memulai studi pendahuluan terkait rencana peng­em­bangan Maluku Integrated Port.

Rencana kerja sama dimaksud kata Gubernur sejalan dengan semangat pemerintah Republik Indonesia yang akan mengembangkan pelabu­han terpadu di Provinsi Maluku.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2005 tentang Rencana Pem­bangunan Jangka Menengah Nasio­nal 2025-2009.

Menurutnya Maluku Integrated Port dirancang sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan Timur Indonesia dengan estimasi pengembangan pelabuhan ini akan mengundang investasi senilai ku­rang lebih 50 juta dollar Amerika Serikat.

“Pengembangan pelabuhan ini di proyeksi mencakup pembangunan terminal peti kemas dan terminal roro yang diharapkan mampu menjadi simpul penting dalam jaringan lo­gistik nasional maupun jalur perda­gangan internasional,” jelasnya.

Kehadiran pelabuhan ini diharap­kan memperkuat konektivitas mari­tim, mendorong pemerataan pemba­ngunan wilayah dan meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di tingkat global.

Lebih lanjut gubernur mengung­kapkan dalam kerangka kerja sama ini PT. Indonesia Mitra Jaya (IMJ) akan menyediakan dukungan sum­ber daya lokal serta koordinasi de­ngan pemangku kepentingan terkait sedangkan Shanxi Sheng’an Co., Ltd akan memberikan kontribusi me­lalui pengalaman dan kapasitasnya di bidang infrastruktur pelabuhan.

“Kedua pihak berharap bekerja sama ini dapat menjadi langkah awal yang penting dalam mengkaji po­tensi pengembangan pelabuhan Ma­luku Integrated Port,” tandas Gubernur.

Tonggak Penting

Sementara itu, Direktur PT Indonesia Mitra Jaya, Adam Prakoso menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman yang disaksikan Gubernur Maluku, Bupati Seram Bagian Barat dan Kepala Bappeda Kabupaten Seram Bagian Barat ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kerja sama strategi antara perwakilan Indonesia dan perwakilan Tiongkok di sektor infrastruktur kepelabuhanan.

“Kami berharap langkah kecil kolaborasi ini dapat menghasilkan manfaat nyata bagi komponen infra­struktur nasional serta membuka peluang investasi jangka panjang khususnya di kawasan Maluku dan Indonesia bagian,” ucap Adam.

Perdalam Kolaborasi

Di tempat yang sama Direktur Eksekutif Shanxi Sheng’an Co., Ltd, Wang Ting berharap MoU ini bukan hanya menjadi awal penting bagi kerja sama kedua belah pihak, tetapi jadi momentum untuk memperdalam kolaborasi Tiongkok Indonesia di sektor pelabuhan dan infrastruktur.

“Kami optimis melalui sinergi ini proyek Maluku Integrated Port dapat berkembang menjadi proyek strategis dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan hubungan saling menguntungkan bagi kedua negara,” harapnya.

Dukung Penuh

Sementara itu, Bupati SBB Asri Arman menyatakan mendukung penuh proses kerja sama yang ditandatangani hari ini.

Proyek Maluku Integrated Port kata Bupati diharapkan dapat me­ningkatkan efisiensi distribusi ba­rang, memperluas peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Pemerintah Kabupaten SBB siap mendukung sepenuhnya seluruh tahapan dan kami berharap proses­nya dapat berjalan lancar, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tulis Bupati dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Selasa (7/10).

Bupati pun mengajak seluruh pe­mangku kepentingan dan masya­rakat untuk mendukung pelaksa­naan proyek ini sehingga dapat ter­laksana secara optimal dan mem­bawa dampak positif bagi pemba­ngunan daerah.

Di Pulau Seram

MIP adalah sebuah proyek pela­bu­han terpadu yang bertujuan untuk menjadi pusat logistik dan distribusi barang di wilayah timur Indonesia, khususnya di daerah Maluku.

Pelabuhan ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dan fasilitas guna mendukung ber­bagai aktivitas ekonomi, perikanan, logistik dan transportasi secara efisien dalam satu lokasi.

Karenanya, MIP membutuhkan la­han yang super luas, sekitar hampir 1.000 hektar. Saking besarnya, lahan pela­buhan ini mampu menampung perkembangan hingga 100 tahun ke depan.

Koordinator Project Management Unit (PMU) pembangunan MIP, RJ Lino kepada wartawan di Kantor Gubernur, Selasa (5/8) lalu  meng­ungkapkan, setelah mendapatkan persetujuan pemerintah pusat, maka Pemerintah Provinsi Maluku sudah harus menyiapkan berbagai kebutu­han untuk merealisasikannya.

Langkah pertama yang harus disiapkan, kata Lino, adalah rencana tata ruang wilayah sebagai syarat utama dalam pengembangan proyek strategis nasional MIP.

“Setelah disetujui pemerintah, maka tata ruang itu yang harus diperhatikan baru kita bisa bergerak untuk menyiapkan berbagai hal termasuk studi kelayakan, karena dulu kan rencananya di Ambon tapi sekarang di Waisarisa, Seram Bagian Barat,” kata Lino.

Janji Dibangun

Sebelumnya, Menteri Badan Pe­rencanaan Pembangunan Nasional Rachmad Pambudy memastikan, MIP tetap terealisasi sesuai ske­nario.

Penegasan ini disampaikan Pam­budy kepada wartawan di Kantor Gubernur, Senin (16/6) lalu, men­jawab keraguan masyarakat Maluku, terkait realisasi MIP.

Pambudy bilang, Gubernur Ma­luku Hendrik Lewerissa merupakan gubernur yang paling intensif ber­ko­ordinasi dengan dirinya, guna rea­lisasi proyek strategis nasional MIP.

“Saya menyambut semangat pak gubernur. Tidak banyak gubernur yang punya semangat luar biasa seperti pak Hendrik Lewerissa, maka semangat itu harus dijawab oleh pemerintah,” ujar Pambudy.

Menurutnya, MIP  merupakan salah satu dari tiga proyek strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat selama lima tahun ke depan. Karena itu, realiasi ter­hadap proyek strategis nasional tersebut sudah pasti berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Sudah pasti jalan karena MIP merupakan pengembangan pelabu­han yang terintegrasi,” ucap Pam­budy.

Dijelaskan, pelabuhan terintegrasi sangat dibutuhkan oleh Maluku guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebab untuk mengembang­kan potensi Maluku, maka harus dilakukan secara terintegrasi.

Pambudy mencontoh untuk me­ngembangkan pariwisata di Maluku maka diperlukan pelabuhan yang me­ngintegrasikan seluruh aspek seperti energi, perikanan hingga pangan.

“Untuk memajukan Maluku maka dibutuhkan infrastruktur dan kalau kita membangun infrastruktur harus dilakukan secara terintegrasi dan holistik,” jelasnya. (S-20)

BERITA TERKAIT