SIWALIMA.id > Berita
Gempa Magnitudo 6,9 di Tanimbar tak Berpotensi Tsunami
Daerah , Headline | Rabu, 16 Juli 2025 pukul 00:32 WIT

AMBON, Siwalimanews – Gempa dengan magnitudo 6.9 yang mengguncang Pantai Barat Laut Kabupaten Tanimbar, Senin (14/7) tak berpotensi Tsunami.

Gempa yang terjadi pada pukul 14.49.58 WIT yang dirasakan di Kota Saumlaki dengan skala intensitas IV-V MMI atau getaran dirasakan hampir semua pendu­duk dan membuat orang banyak terbangun dari tidur itu, memiliki parameter update dengan mag­nitudo M6,7.

Episenter gempa terletak pada koordinat 6,27° Lintang Selatan, 131,33° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 169 km arah Barat Daya, Maluku Te­nggara pada kedalaman 98 km.

“Dengan memperhatikan loka­si episenter dan kedalaman hipo­senternya, gempa yang terjadi me­rupakan jenis gempa mene­ngah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Laut Banda (intraplate). Hasil analisis mekanisme sumber menunjuk­kan, bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” jelas Direktur Gem­pa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Senin (14/7).

Gempa ini kata Daryono, ber­dampak dan dirasakan hingga ke Kota Dobo dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) dan daerah Banda dengan skala intensitas III MMI (Getaran dira­sakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

“Berdasarkam hasil pemodelan, menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tulis Daryono dalam rilis tersebut.

Hingga pukul 15.10 WIT lanjut Drayono, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivi­tas gempa susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, hindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” himbau Dar­yono.

Daryono minta kepada masya­rakat, untuk memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

2.6 Guncang Amalatu

Sebelumnya pada hari yang sama juga pada pukul 12:49:12 WIT terjadi gempa dengan magni­tudo 2.6 mengguncang wilayah Amalatu di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Episenter gempa terletak pada koordinat 3.43 Lintang Selatan, 128.63 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat 5 km Barat Amalatu, SBB dengan kedalaman 10 kilometer

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipo­senter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif. Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Amalatu dengan skala intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda- benda ringan yang digantung bergoyang,” tulis Kepala Stasiun Geofisika Ambon Djati Cipto Kuncoro dalam rilis yang diterima redaksi Siwalima, Senin (14/7) siang. (S-07/S-27)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps