NAMROLE, Siwalimanews – Diduga gaji puluhan guru sekolah dasar se-Kecamatan Leksula berÂnilai ratusan juta rupiah digelapkan oleh eks Bendahara UPTD Dinas Pendidikan setempat, Semuel SoÂlissa.
Salah seorang SD guru mewakili rekan-rekannya mengaku, gaji guru yang diduga digelapkan tahun 2019 sebanyak 1-3 bulan gaji, kekurangan berkala, kekurangan kenaikan pangÂkat dan THR.
âSampai sekarang hak-hak tahun 2019 milik puluhan guru SD se-Kecamatan Leksula yang bernilai ratusan juta belum dibayarkan oleh oknum mantan Bendahara terseÂbut,â ungkap guru tersebut, kepada wartawan di Namrole, Jumat (28/2).
Guru yang enggan namanya diÂpublikasikan ini, mengatakan, para guru sudah melaksanakan kewajiÂban sebagai pendidik. Namun, sayangnya, hak para guru tak dibayarkan.
âCoba bayangkan saja, kalau 1 guru gajinya di kisaran 3-5 jutaan, lalu tidak dibayarkan sampai tiga bulan. Sungguh oknum bendahara tersebut memang telah menyuÂsahkan banyak orang,â paparnya.
Masalah ini, kata dia, telah menjadi keluhan puluhan guru di Kecamatan Leksula, namun, Semuel Solissa menutup mata.
âKatanya ia sudah sampaikan kepada pak bupati dan kadis, bahwa uang tersebut hilang dua kali. Kan aneh, kalau hilang, harusnya yang bersangkutan laporkan ke polisi, kapan hilang dan di mana hilangnya. Tapi, katanya hilang, tapi kok tidak pernah dilaporkan ke polisi. Ada apa ini,â tandas guru tersebut.
Akibat hak-hak para guru belum dibayarkan, maka seluruh guru berencana untuk menggelar aksi demo, termasuk melaporkan Solissa ke pihak kepolisian. Hanya saja, dia tidak berada di Leksula dan diduga sementara berada di Ambon.
âSaat ini yang bersangkutan tidak berada di Leksula maupun Namrole. Sepertinya yang bersangkutan seÂmentara berada di Ambon, kalau sampai hak-hak kami tidak dibaÂyarkan, maka yang bersangkutan akan kami laporkan ke polisi supaya dia mempertanggungjawabkan perÂbuatannya yang telah menyusahkan para guru di Kecamatan Leksula,â tandas guru itu.
Para guru berharap, Bupati Tagop Sudarsono Soulisa dapat menyikapi masalah ini dan tak membiarkan nasib puluhan guru di Leksula terkatung-katung, karena hak-hak mereka tak diperoleh.
âKami minta pak bupati panggil oknum yang bersangkutan dan cari solusi supaya kami bisa dapatkan hak-hak kami yang belum dibayarÂkan sampai saat ini. Jangan pak bupati biarkan kami para guru dalam keluh kesah seperti ini. Apa yang jadi hak kami haruslah jadi hak kami. Pak bupati jangan diam saja,â ujarnya.
Jika masalah ini tak disikapi secara serius oleh bupati, ditakutkan keÂdepan ada oknum-oknum seperti ini yang seenaknya saja menggelapkan hak para guru tanpa ditindak.
âKalau praktek-praktek kotor ini terus dipelihara. Bagaimana mungÂkin kita berbicara soal tujuan kita membangun dunia pendidikan di daerah ini, sementara apa yang menjadi hak-hak guru digelapkan,â ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Semuel Solissa belum berhasil dikonfirmasi. Sementara Kepala UPTD Dinas Pendidilkan Kecamatan Leksula, Jeheskel Solissa yang dikonfirmasi, enggan menjawab telepon. Pesan whatsApp juga tak dibalas. (S-35)