SIWALIMA.id > Berita
Dukung Blok Masela, PT MEA dan PT Nindya Karya Teken MoU
Daerah , Headline | Jumat, 30 Januari 2026 pukul 16:09 WIT

AMBON, Siwalima.id - PT Maluku Energi Aba­di bersama PT Nin­dya Karya, resmi menandatangani Memorandum of Understanding kerja sama Engineering, Procurement and Construction atau EPC, Kamis (29/1).

Penandatanganan MoU itu, berlangsung di Gedung Nindya Karya di kawasan Cawang Jakarta Timur, dilakukan Direktur Utama MEA MAS Latu­consina didampi­ngi Komisaris Uta­ma Izaack Ale­xander Saimima dengan Senior Vice President Divisi EPC PT Nindya Karya, Arif Iswadi.

Direktur Utama MEA MAS Latuconsina menje­laskan, kerja sama yang dibangun bersama PT Nindya Karya ini, dalam rangka mendukung peng­embangan proyek strate­gis nasional Gas Abadi Blok Masela.

“Penandatanganan kerja sama ini, menandai langkah penting dalam memperkuat peran daerah, khusus­nya Maluku, dalam rantai pasok in­dustri migas nasional,” jelas Latu­con­sina dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Kamis (29/1) malam.

Kerja sama ini menurut Latucon­sina, mencakup sinergi kompetensi antara kontraktor EPC nasional dan BUMD energi daerah, guna me­mastikan proyek Masela memberi­kan manfaat maksimal bagi mas­yarakat Maluku, baik dari sisi ekonomi, tenaga kerja, material dan vendor lokal, maupun peningkatan kapasitas industri daerah.

Kerja sama yang dilakukan ini kata Latuconsina, merupakan bagian dari langkah besar MEA untuk memas­tikan peran aktif daerah dalam proyek raksasa Gas Abadi Masela, se­bagaimana diarahkan oleh Gubernur Maluku dalam setiap kesempatan.

“MEA hadir bukan hanya sebagai pemilik PI 10 persen, tetapi sebagai integrator yang memastikan kon­traktor EPC nasional dan lokal dapat bekerja bersama, memaksimalkan potensi TKDN dan mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku,” tulis Latuconsina dalam rilisnya.

Masih dalam rilis itu, Senior Vice President Divisi EPC Nindya Karya Arif Iswadi menjelaskan, kehadiran Nindya Karya yang menggandeng MEA dalam skema kerja sama EPC, merupakan upaya untuk memastikan masyarakat Maluku menjadi pe­nerima manfaat utama dari ber­jalannya proyek Masela.

“Manfaat yang diterima, baik melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan kapasitas tenaga kerja lokal hingga penguatan in­dustri pendukung di daerah Ma­luku,” tandas Arif.

Untuk diketahui, PT Nindya Karya bersama anggota konsorsium lainnya Petrosea Indonesia dan ETI Indonesia telah memenangkan pe­kerjaan early works proyek Masela dari SKK Migas dan INPEX bebe­rapa waktu lalu.

Tancap Gas

Sebelumnya diberitakan, Pasca ditunjuk menjadi pimpinan PT Maluku Energi Abadi oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa pada 10 November lalu, MAS Latuconsina langsung tancap gas.

Belum genap sebulan menjadi pimpinan di perusahaan yang akan mengelola migas di Maluku itu, Sam, begitu dia disapa, telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga guna memaksimalkan pengelolaan migas di Maluku.

PT Ship Management Indonesia (SMI) menjadi salah satu peru­sa­haan yang secara resmi digandeng PT MEA menjalin kerjasama peng­em­bangan jasa kelautan dan pen­dukung migas di wilayah Provinsi Maluku.

Kerja sama dua perusahaan ini, ditandai dengan penandatanganan perjanjian yang dilakukan langsung Direktur Utama PT SMI, Susilo Anggit Wiwoho dan Direktur Utama PT MEA Sam Latuconsina di Jakarta, Selasa (16/12).

Kepada Siwalima, Latuconsina menjelaskan, tujuan dari kerjasama ini yakni pengembangan bisnis jasa pendukung dan logistik Migas di wilayah Provinsi Maluku. 

“Kerja sama ini tidak terbatas pada area wilayah kerja Blok Masela, Blok Bula, dan Blok Seram Non Bula,” ujar Latuconsina, Selasa (16/12).

Latuconsina menjelaskan, berda­sarkan dokumen yang ditandata­ngani bersama itu kedua belah pihak sepakat untuk menjalin kerja sama komersial dalam lingkup penye­diaan layanan terintegrasi untuk kegiatan eksplorasi, pengembangan dan produksi minyak dan gas bumi (Migas) di wilayah Provinsi Maluku.

“Ruang lingkup kerja sama me­liputi, namun tidak terbatas pada penyediaan tenaga kerja dan keah­lian (man power and expertise), penyediaan logistik termasuk trans­portasi produk dan dukungan per­alatan, dukungan vessel dan ope­rasi kelautan,” kata Latuconsina.

Latuconsina berharap, dengan kerja sama ini, pengelolaan migas di Maluku semakin baik guna mem­berikan kesejahteraan bagi masya­rakat Maluku.(S-20)

BERITA TERKAIT