SIWALIMA.id > Berita
Dua Kasus Gizi Buruk Ditemukan di SBT
Daerah , Headline | Senin, 20 April 2026 pukul 15:13 WIT

BULA, Siwalima.id - Dua kasus gizi buruk pada anak, ditemukan di Kabupaten Seram Ba­gian Timur. Kedua kasus ini ditemukan saat kedua pasien ini datang berobat di RSUD Bula.

Pasien pertama berinisial NV (3,9) dengan be­rat ba­dan 8 kg, masuk RS­UD Bula pada 13 April de­ngan ke­luhan batuk dan demam. 

Sementara pasien kedua berinisial NH (1,9) dengan berat badan 6 kg, dirawat sejak 16 April dengan keluhan diare. Kedua pasien tersebut diketahui mengalami kondisi gizi buruk, setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh tim kesehatan RSUD Bula.

Plt Direktur RSUD Bula, Deny Suryana saat dikonfirmasi warta­wan di ruang kerjannya, Jumat (17/4) membenarkan adanya dua pasien gisi buruk pada anak yang sementara dirawat di rumah sakit tersebut. 

Walaupun demikian, saat ini kondisi kedua anak tersebut telah menunjukkan adanya perbuhan, terutama terkait keluhan utama yang dialami saat masuk rumah sakit.

“Alhamdulillah, kondisi umum pasien mulai membaik. Saat ini fokus penanganan diarahkan pada pemulihan status gizi secara ber­tahap sesuai standar pelayanan,” ucap Deny.

Deny mengaku,  saat ini tim medis masih melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kedua pasien untuk memastikan, apakah kondisi gizi buruk yang dialami akibat kekurangan asupan (primer) atau dipengaruhi oleh penyakit penyerta.

Temuan kedua kasus gizi butuk ini juga telah dilaporkan ke Dinas Kesehatan SBT dan telah men­dapatkan atensi, dimana pemerin­tah kabupaten bersama dinas ke­sehatan terus melakukan koor­dinasi dengan pihak rumah sakit, untuk memastikan penanganan berjalan optimal, sekaligus menyi­apkan langkah tindak lanjut di masyarakat.

“RSUD Bula berkomitmen tetap berikan pelayanan optimal, terma­suk penanganan kasus gizi buruk, serta akan terus berkoordinasi dengan puskesmas dan Dinkes untuk pemantauan lanjutan pasien setelah masa perawatan,” tandas Deny.

Ia menegaskan, kedua kasus ini menjadi pengingat, pentingnya deteksi dini dan peran bersama an­tara keluarga, fasilitas kese­hatan, serta pemerintah daerah dalam upa­ya pencegahan dan penanga­nan masalah gizi pada anak.

Dikunjungi TP PKK

Terpisah, Pengurus Tim Peng­gerak PPK SBT yang mendengar adanya dua pasien gizi buruk anak yang dirawat di RSUD Bula, la­ngsung bergerak untuk mengun­jungi kedua pasien tersebut.

Ketua Pokja 4 TP PKK SBT, Deni Agus Panca Susanti menjelaskan, pihaknya bersama sejumlah pengurus pokja menjenguk kedua pasien gizi buruk yang berasal dari Kecamatan Bula dan Kecamatan Wakate ini untuk melihat langsung kondisi mereka secara langsung.

 “Kehadiran TP PKK sebetulnya bukan ingin turut ikut campur, tetapi ini program simpati, dimana kita support masyarakat yang menjadi penderita gizi buruk,” ucap Susanti kepada wartawan di RSUD Bula usai mengunjungi kedua pasien, Jumat (17/4).

Menurutnya, Dinas Kesehatan SBT sudah all out untuk membe­ri­kan pelayanan kepada masyara­kat, melalui program cek kesehatan gratis (CKG) maupun posyandu. 

“Namun, bila ada kasus- kasus seperti ini, maka dari keluarga TP- PKK SBT memberikan support, terutama kepada keluarga besar pasien, untuk selanjutnya agar kasus-kasus seperti ini dapat dicegah dan tidak terjadi kembali,” tandas Susanti. 

Ia mengaku, bantuan yang di­serahkan kepada keluarga pasien oleh TP PKK berupa, susu untuk me­nambah berat badan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang diresepkan oleh dokter. 

Susu ini, biasanya memang khusus untuk meningkatkan berat badan bayi yang juga diformula­sikan khusus oleh gizi

“Persediaan susu dan beberapa keperluan itu, sudah disediakan oleh pak bupati yang dikhususkan untuk kasus-kasus seperti ini,” ucap Susasnti.

Santunan berupa uang tunai juga kata Susanti diberikan kepada keluarga pasien dengan satu pesan kepada pihak keluarga, agar uang terswbut dibelanjakan sesuai kebutuhan pasien, bukan untuk keperluan pribadi keluarga.

“Kami berharap, dengan kunjungan kami, keluarga akan menyadari bahwa, kami juga peduli terhadap anak-anak ini, terutama dari Kecematan Wakate yang jauh dari pusat kota. Namun demikian TP- PKK tetap juga memberikan perhatian terhadap kondisi mereka, terutama apabila ditemukan kasus-kasus gizi buruk seperti ini,” cetus Susanti.(S-27)

BERITA TERKAIT