SIWALIMA.id > Berita
Dokter Spesialis Tarik Diri, Pelayanan RS Sumber Hidup Terancam
Daerah , Headline | Kamis, 9 April 2026 pukul 15:18 WIT

AMBON, Siwalima.id - Sejumlah dokter spesialis yang selama ini bertugas di Rumah Sakit Sumber hidup akan menarik diri, pe­layanan Rumah Sakit Sumber Hidup teran­cam lumpuh.

Pasalnya, RS milik Sinode GPM ini yang memiliki tenaga dok­ter spesialis handal, 95 persennya akan menarik diri untuk se­mentara dari pelaya­nan di rumah sakit tersebut.

Alasan penarikan diri ini dikarenakan pembayaran jasa tenaga dokter spesialis tidak jelas.

“Pembayaran jasa para dokter spesialis yang belum dibayarkan ikurang lebih totalnya sekitar Rp1,6 miliar. Ini yang menjadi alasan kami untuk menarik diri untuk se­mentara dan tidak berikan pela­yanan pada RS Sumber Hidup,” ungkap para dokter spesialis ini kepada Siwalima di Ambon, Rabu (8/4).

Menurut mereka, akibat jasa para dokter yang diabaikan oleh direktur dan manajemen RS Sum­ber Hidup, maka sejumlah dokter spesialis sebelumnya juga telah keluar dari rumah sakit ini, seperti dokter spesialis anastesi, dokter spesialis THT, dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis Opskin/ Obgyn serta penata anas­tesi bahkan dokter lab. 

“Para dokter spesialis ini juga keluar sebab pembayaran jasa dokter mereka 2-3 tahun itu molor terus,” jelas para dokter.

Menurut para dokter ini, semua kejadian yang terjadi di RS Sumber Hidup yang menyebabkan para dokter spesialis memilih menarik diri, lantaran Plt Direktur RS Sum­ber Hidup dr Thrifindana Abednego ini tak mampu mengelola keua­ngan dengan baik.

Bayangkan saja, sejak dirinya ditunjuk untuk memimpin RS Sumber Hidup sebagian besar dokter spesialis mengundurkan diri, lantaran masalah jasa dokter yang molor dibayarkan hingga miliaran rupiah, namun dirinya tak belajar dari pengalaman tersebut, sehingga terjadi lagi masalah yang sama, sehingga membuat sejumlah dokter spesialis kembali menarik diri mereka lagi.

“Masa kepemimpinan Plt Direk­tur ini juga RS Sumber hidup ter­kena fraud atau temuan kecura­ngan klaim fiktif oleh pihak BPJS Kesehatan sebanyak dua kali, sehingga uangnya harus dikem­balikan ke BPJS. Ini terjadi akibat kesalahan manajemen,” beber para dokter ini.

Selain itu terkena Fraud, RS Sum­ber Hidup ini juga saat ini me­miliki utang miliaran rupiah yang terdiri dari jasa dokter spesialis yang belum dibayarkan sebesar Rp 1,6 miliar serta tunggakan pemba­yaran obat pada Perusahaan Besar Farmasi (PBF) sebesar Rp1 miliar lebih, serta tunggakan jasa 4 dokter spesialis dari tahun 2021 hingga saat ini yang diperkirakan juga sebanyak ratusan juta rupiah.

Saat ditanya, jika pihak mana­jemen RS Sumber Hidup minta agar mereka (para dokter spesialis) kembali memberikan pelayanan seperti biasa maka, apa permin­taan mereka, para dokter ini mene­gaskan, jika mereka kembali mem­berikan pelayanan, maka yang harus dilakukan manajemen dan pihak Yayasan serta Sinode GPM adalah, penggunaan angga­ran RS harus sesuai serta diprio­ritaskan pada penunjang pelaya­nan, kemudian pembayaran jasa dokter harus dikembalikan serta Plt Direktur harus dicopot.

“Ini Tuntutan kami, jika ingin kami kembali memberikan pelayanan di RS Sumber Hidup,” tandas para dokter.

Para dokter ini juga memperta­nyakan, status Plt dari Direktur, apalagi dirinya seorang PNS yang harus lebih memprioritaskan tu­gas­nya ke puskesmas bukan memim­pin sebuah RS, selain itu ia juga tak paham soal manajemen RS.

Pasalnya selama 3 tahun me­mimpin tak ada perbaikan yang dilakukannya di sektor keuangan RS sehingga semua masalah ini terjadi.

“Yang jadi pertanyaan kami, apakah tak ada lagi figur-figur anak-anak GPM di Maluku ini yang punya kapabilitas serta kemampuan untuk memimpin sebuah RS sehingga sang Plt Direktur ini yang jelas-jelas tak paham manajemen RS dan telah buat kerugian tapi dipertahankan?,” tanya para dokter. 

Terpisah, para pegawai dan perawat pada RS Sumber Hidup yang ditemui Siwalima Rabu, (8/4) mengaku, jika para dokter spe­sialis ini menarik diri dan tak memberikan pelayanan di RS Sumber Hidup, maka yang mereka takutkan tak ada lagi pasien yang di rawat oleh mereka.

“Yang saat ini terjadi saja, gaji kita para pegawai dan perawat sudah terhambat dimana kita tak lagi dapat gaji tepat ditanggal 30 diakhir bulan, tapi sudah molor, ditambah lagi saat dapat gaji uang transport kita dipotong tanpa alasan yang jelas dan tak tau uang pemotongan itu dikemanakan,” ungkap para pegawai ini yang enggan nama mereka dipublikasikan.

Selain itu, mereka juga mem­pertanyakan janji sang Plt Direktur dr Thrifindana Abednego dalam rapat umum untuk membayar sisa gaji 30 persen mereka, hingga saat ini juga tak dibayarkan.

“Kami khawatir kalau tak ada dokter spesialis, maka pasien di­pastikan akan berkurang signifi­kan, bagaimana dengan pembaya­ran gaji mereka nanti di bulan de­pan, sebab gaji dibulan ini saja sudah dapat terlambat, apalagi nanti jika tak ada pasien?,” tutur mereka.

Mereka berharap pihak MPH Si­node dapat melihat hal ini dengan bijak serta dapat mencari solusi agar masalah ini dapat diatas, jika perlu Plt Direktur ini diganti saja dengan yang memang layak me­mimpin RS Sumber Hidup, untuk mengembalikan kejayaan RS ini seperti dulu lagi.(S-26)

BERITA TERKAIT