AMBON, Siwalima.id - Komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, kembali ditunjukkan melalui langkah cepat Dinas Sosial dalam menangani seorang pria terlantar bernama Rivan Ariwei.
Rivan sebelumnya diamankan dan mendapat penanganan awal di Dinas Sosial Kota Ambon pada, Selasa (5/5) Setelah berada dalam pendampingan petugas, pihak Dinas Sosial langsung melakukan asesmen, penelusuran identitas, hingga pencarian pihak keluarga.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan koordinasi dan penelusuran intensif, Dinas Sosial Kota Ambon berhasil menghubungi keluarga Rivan yang diketahui berada di Nabire, Papua Tengah.
Dalam proses penanganan lanjutan, Dinas Sosial Kota Ambon juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Maluku guna memastikan kondisi kesehatan serta penanganan sosial yang tepat sebelum Rivan dipulangkan kepada keluarganya.
Pada Kamis (7/5), Rivan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Daerah Maluku untuk mendapatkan perawatan dan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy, saat dikonfirmasi Siwalima.id, di ruang kerjanya, Jumat (8/5) membenarkan proses penanganan tersebut.
Menurutnya, seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan kondisi Rivan benar-benar stabil sebelum dipulangkan ke keluarganya.
“Benar, yang bersangkutan sementara dalam penanganan. Kami sudah berhasil menghubungi pihak keluarga di Nabire dan saat ini yang bersangkutan telah dirujuk ke RSKD Maluku untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Setelah kondisinya dinyatakan baik, akan difasilitasi untuk dipulangkan dan diserahkan kembali kepada keluarganya,” ucap Wendy.
Langkah tersebut kata Wendy, merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon melalui Dinas Sosial dalam menghadirkan pelayanan sosial yang cepat, responsif dan humanis bagi warga yang membutuhkan, termasuk penanganan warga terlantar hingga proses reunifikasi keluarga.
“Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan mendapatkan pelayanan yang layak, termasuk memastikan mereka dapat kembali bersama keluarganya,” tandas Wendy.(S-30)