SIWALIMA.id > Berita
Gandeng Media, BKKBN Maluku Perkuat Ketahanan Keluarga
Online | Rabu, 24 Juni 2026 pukul 21:01 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Maluku menggelar silaturahmi bersama insan pers.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu cafe di Kota Ambon, Rabu (24/6) menjadi ajang memperkuat sinergi antara BKKBN dan media dalam mensosialisasikan program pembangunan keluarga kepada masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, Edi Setiawan mengaku, media memiliki peran strategis dalam mendukung tugas BKKBN, khususnya dalam menggerakkan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku.

“Salah satu agenda yang sangat penting bagi saya adalah, bertemu dengan media. Dari sisi tugas BKKBN, yakni penggerakan masyarakat dan perubahan perilaku, media merupakan pihak yang paling dekat dengan kami, sebab melalui media, program-program BKKBN dapat sampai kepada masyarakat dan mendorong perubahan perilaku yang positif,” ucap Edi.

Menurutnya, Kementerian Kependudukan bangga memiliki tugas mendampingi keluarga pada seluruh siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, bayi, balita, remaja, hingga lanjut usia.

Untuk itu ia mengajak insan pers, mendukung sosialisasi Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang akan diperingati pada 29 Juni nanti.

“Harganas menjadi momentum untuk mengingatkan, bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa. Pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang dimulai dari keluarga,” ucap Edi.

Tahun ini kata Edi, Harganas mengusung tema Ayah Wajib Hadir. Tema tersebut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang hadir secara emosional dan psikologis dalam keluarga.

Fenomena fatherless atau minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, masih menjadi tantangan di Maluku. Angkanya diperkirakan mencapai 22,5 persen dan berdampak pada pembentukan karakter, kesehatan mental, serta prestasi anak.

“Ketika ayah hadir mendampingi ibu dalam pengasuhan, keluarga akan menjadi benteng yang kuat. Dari keluarga yang harmonis akan lahir SDM unggul yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju,” tandas Edi.

Untuk itu lanjut Edi, BKKBN terus mendorong Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), termasuk program Ayah Mengantar Anak Sekolah dan Ayah Mengambil Rapor sebagai bentuk peningkatan keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak.

Selain penguatan peran ayah, BKKBN juga terus menggenjot program percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Capaian program tersebut di Maluku masih jauh dari target. 

Pasalnya dari 5.712 keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran intervensi pada tahun 2026, hingga 19 Juni baru 844 keluarga yang berhasil dijangkau atau sekitar 14 persen.

“Kami butuh dukungan semua pihak, termasuk media, agar semakin banyak masyarakat yang terlibat sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting,” ucap Edi. 

Selain itu, BKKBN juga menjalankan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) untuk mendukung perempuan bekerja, serta program Lansia Berdaya guna meningkatkan kualitas hidup penduduk lanjut usia.

Puncak peringatan Harganas ke-33 tingkat Provinsi Maluku akan dilaksanakan pada 29 Juni di halaman Kantor Gubernur Maluku dan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan edukasi serta pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap, kolaborasi antara BKKBN dan media terus diperkuat agar seluruh program pembangunan keluarga dapat diketahui dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Program yang baik tidak akan berdampak jika tidak sampai kepada masyarakat. Karena itu, insan pers menjadi mitra yang sangat penting bagi kami dalam menyampaikan dan membumikan program-program pembangunan keluarga,” cetus Edi.(S-30)

BERITA TERKAIT