SIWALIMA.id > Berita
Dibalik Cerita Tentang Tugu "Tete Pancing"
Opini | Senin, 9 Februari 2026 pukul 13:12 WIT

Pada Tanggal 23 Desember 2010 di Singaraja, Kabu­paten Buleleng, Bali, Dilaksanakan acara besar Partai Golkar berupa Perayaan HUT Partai Golkar ke-46, Ketua Umum Partai Golkar saat itu dipimpin oleh Abu­rizal Bakrie (Ical) juga dihadiri oleh tokoh senior Akbar Tandjung, para Petinggi Partai Golkar serta Pimpinan DPD dan DPC Seluruh Indonesia. Sebagai catatan, pada saat itu terdapat agenda internal Golkar terkait "Rapim", namun hal tersebut lebih merujuk pada pembahasan di tingkat Pimpinan DPR mengenai kelanjutan sidang paripurna yang melibatkan Fraksi Golkar pada bulan Maret 2010. 

Drs H Mahmud Muhammad Tamher (Alm) adalah to­koh penting Partai Golkar dan sebagai ketua DPD Partai Golkar Kota Tual, Beliau dikenang sebagai tokoh sentral pemekaran Kota Tual, Walikota Tual pertama dan "Guru Politik"   bagi kader Golkar di daerah Kota Tual, Maluku Tenggara serta Maluku. 

Pada Kegiatan HUT Golkar ke-46 di Singaraja Ka­bupaten Buleleng Bali pada tanggal 23 Desember 2010 tersebut Drs. H. Mahmud Muhammad Tamher hadir, dan disela pelaksanaan kegiatan tersebut beliau  me­luang­kan waktunya untuk berjalan berkeliling guna me­lihat kegiatan pameran UMKM. Haji Mahmud Muham­mad Tamher yang saat itu selaku Walikota Tual dengan  semangat pengabdiannya serta memiliki jiwa seni yang tinggi bersama ajudannya WEM, berjalan-jalan pagi disekeliling hotel tempat kegiatan sambil melihat-lihat pameran UMKM yang telah disiapkan oleh pihak hotel tempat penyelenggara HUT Golkar. Tepat disuatu tempat pameran, WEM sang ajudan melihat ukiran asbak rokok ukuran besar yang bentuk seorang tete yang sedang memancing pada asbak rokok tersebut, sang ajudan Walikota langsung membeli dan mem­berikan kepada Walikota Tual yang sekaligus meru­pakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tual serta berkata, "....... Ayah asbak rokok ini bagus sekali baik ukirannya maupun bentuknya, sebagai Kota Kepulauan dan peng­hasil Ikan terbesar, Kota Tual wajib membangun sebuah Tugu, yang apabila diijinkan beta beri nama "TUGU TETE PANCING" ...", pada saat mendengar hal tersebut sang Walikota langsung terpancing dengan semangat­nya membangun Kota Tual yang baru seumur jagung ini,  beliau sampaikan... "Wem siapa punya ?", langsung sang ajudan menjawab ..... "ayah ini beta sudah beli dari penjual ukiran asbak di tempat pameran UMKM tadi, ayah nanti beta bawah sebagai inspirasi bagi katong bangun Tugu Tete Pancing...".. Selanjutnya sang Walikota Tual yang memiliki jiwa seni yang sangat tinggi itu langsung menangapi saran ajudannya dengan sangat responsive dan berkata "..... nanti bawa pulang ke Tual, dan panggil Iwan Tamher  serta evo Hatim lang­sung cari orang di Surabaya untuk membuat dan me­wu­judkan Tugu Tete Pancing, ...lokasinya di per­tigaan jalan ke LPTQ Jl. Balduwahadat Kelurahan Dumar, wem......"kata H.M.M. Tamher.

Setelah sekembalinya ke Kota Beradat julukan bagi Kota Tual, sang Walikota langsung memerintahkan aju­dannya memanggil Iwan Tamher dan Evo Hatim untuk segera menghadap ke rumah pribadi sang Walikota Tual di BTN Un Kota Tual guna mengeksekusi rencana pem­ba­ngunan Tugu Tete Pancing yang dimaksud, yang diharapkan menjadi icon  Kota Tual ke depan.

Sekarang Tugu (Patung) TETE PANCING telah berdiri dan telah direnovasi semakin baik, yang meru­pakan salah satu Icon bagi Pemerintah daerah serta Mas­yarakat Kota Tual,  sebagai Penghormatan dan rasa syukur yang mendalam atas jasa dan pengabdian alm.  Drs. H. M. M. Tamher selaku Walikota Pertama se­ka­ligus tokoh sentral pemekaran Kota Tual. Hal tersebut dapat dilihat disaat pada kamis, 17 Juli 2025 disaat HUT Kota Tual ke 18  Walikota Tual H. Ahkmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H. dan Wakil Walikota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si. serta Ketua DPRD Kota Tual dan segenap jajaran pemerintah beserta masyarakat secara spontan menyampaikan apresiasi tertinggi kepada sosok yang dikenal sebagai peletak dasar Pemerintah Kota Tual tersebut "...Almarhum Ba­pak M.M. Tamher bukan hanya pemimpin, tapi juga pejuang sejarah yang telah menorehkan jejak penting da­lam proses lahirnya Kota Tual, semangat beliau dalam memperjuangkan otonomi daerah menjadi in­spirasi abadi bagi kami genersi penerus ..." ujar Walikota Tual Ahkmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H.

Mahmud Muhammad Tamher lahir di Tual 11 Juni 1946 adalah seorang politikus Indonesia, Beliau lahir dari pasangan Hi. Machmud Tamher dan Salma Tamher/Rahawarin. Beliau menempuh Pendidikan di Universitas Pattimura Ambon dan kemudian ke Universitas Hasanuddin Makassar pada Fakultas Ekonomi  pada Tahun 1972. Beliau kemudian diberi tugas dan tanggung jawab memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Maluku Tenggara. Selanjutnya beliau sebagai Tokoh Pemekaran  dalam pembentukan Kota Tual se­bagai suatu daerah otonomi baru di Provinsi Maluku, dan berhasil membawa beliau menjadi  Walikota Tual Di­dampingi oleh Adam Rahayaan selaku Wakil Walikota Tual.

Mahmud Muhammad Tamher adalah seorang tokoh politik dan guru politik yang dikenal karena toleransinya dan kiprahnya dalam mempromosikan kerukunan umat beragama di Maluku. Ia menjabat sebagai Walikota Tual dari tahun 2008 hingga 2016, memiliki peran penting dalam memperkuat toleransi dan persatuan didaerah­nya.

Sebagai seorang guru politik Mahmud Muhammad Tamher memiliki visi dan misi untuk menciptakan mas­yarakat yang lebih harmonis dan damai. Ia dikenal karena kemampuannya dalam membangun dialog dan kerjasama antar umat beragama, serta mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerukunan.

Mahmud Muhammad Tamher juga dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijak dan adil, yang selalu berusaha untuk memajukan daerahnya dan mening­kat­kan kualitas hidup masyarakat. Ia adalah contoh nya­ta dari seorang politikus yang mengutamakan ke­pen­­tingan masyarakat dan mempromosikan nilai-nilai luhur.

Dikenal luas sebagai tokoh visioner, almarhum membangun fondasi Pemerintahan yang kokoh, yang kini menjadi dasar bagi setiap langkah pembangunan dan kemajuan Kota Tual. Pemerintah Kota Tual dibawah kepemimpinan Bapak A. Yani Re­nuat,S.Sos.,M.Si.,M.H. sebagai Walikota Tual saat ini menegaskan bahwa semangat dan keteladadan beliau akan terus menjadi panutan dalam membangun daerah dengan nilai-nilai pengabdian, keikhlasan dan keber­pihakan kepada rakyat.  Semoga amal ibadah dan per­juangan beliau diterima di sisi Allah SWT, Al-Faihah untuk beliau. Terima kasih Bapak M.M. Tamher, insya Allah para penerus akan melanjutkan warisan sema­ngat­mu..."  Sang Pendiri Kota Tual selalu dikenang sepanjang masa, amin.Oleh: WELLEM RIRIHATUELA,SE.MM. Mantan Ajudan Walikota Tual/Pengawas Pemerintahan Ahli Madya Inspektorat Daerah Provinsi Maluku.(*)

BERITA TERKAIT