AMBON, Siwalima.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku menemukan Kabupaten Buru menjadi sasaran narkotika jaringan Internasional
Hal ini menyusul lolosnya penyelundupan Narkotika jaringan Internasional yang masuk ke kabupaten tersebut.
Plh Kepala BNNP Maluku, Kombes Stevy F Pattiasina menjelaskan, status Kabupaten Buru sebagai target pasar Narkotika internasional mencuat setelah pihaknya berhasil mengungkap dan mengamankan dua warga Sulawesi.
Dua warga yang ditangkap yaitu, H dan J, sebagai penyelundupan sekaligus pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang merupakan jaringan Internasional Serwak Malaysia.
Keduanya diamankan di Distrik Debowae Unit 18 , Gunung Botak pada 26 November lalu.
“Kedua orang ini merupakan warga Sulawesi yang berdomisili di Kabupaten Buru, nah dalam pengungkapannya kita berhasil mengamankan 28 paket Shabu yang asalnya ini dari Serawak Malaysia,” jelas Pattiasina kepada wartawan di kantornya, pekan kemarin.
Sekalipun bukan berstatus sebagai residivis, Pattiasina mengaku kedua pelaku yang diamankan merupakan pemain lama yang sudah berulang kali menyelundupkan barang haram tersebut ke Kabupaten Buru.
Ketertarikan jaringan ini terhadap Kabupaten Buru, lanjut Pattiasina, lantaran adanya tambang ilegal yang memperlancar perputaran bisnis haram itu. “Mereka ini pemain lama yang perbuatannya sudah berulang, sasarannya para penambang emas disana, karena perputaran uang dan barang cepat lantaran ada hasil yang menjanjikan untuk ditukar,” ungkapnya kepada wartawan di Ambon pekan kemarin.
Selain mencari keuntungan, kedua pelaku memanfaatkan bisnis narkotika untuk memodali usaha lain. “Pelaku H ini main narkotika untuk memuluskan usaha lain, jadi kalau tidak ada uang ya narkobanya diputar untuk modal usaha,”ujarnya.
Kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di balik jeruji besi rutan BNNP Maluku.
Pattiasina mengaku, BNNP Maluku sementara mendalami kasus tersebut serta menyelidiki secara mendetail jaringan dibaliknya.
“Fokus kita kesana, karena jaringannya masuk internasional, kita memperkuat pengawasan serta bangun koordinasi untuk menyelidiki secara menyeluruh jalur penyelundupan mengungkap luas jaringannya, serta memutus rantai penyelundupan,” tandas Pattiasina.(S-10)