AMBON, Siwalima.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku menyiapkan Rp 889 miliar untuk penukaran uang jelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Penukaran resmi dimulai pada 23 Februari hingga 15 Maret 2026 di seluruh Maluku.
Pelaksana Tugas Kepala BI Maluku, Wahyu Indra Sukma mengaku pihaknya menyiapkan uang layak edar sebesar Rp 889 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan perbankan.
“Jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 632 miliar,” terangnya dalam rilis yang diterima Siwalima, Selasa (24/2).
Wahyu menjelaskan, peningkatan alokasi dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
“Layanan juga tersedia melalui Kantor Kas Titipan BI di BPD Maluku Malut Cabang Namlea dan Saumlaki serta BRI Cabang Langgur,” katanya.
Dengan skema tersebut, layanan penukaran uang diklaim menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Selain itu BI menghadirkan layanan kas keliling ritel, kas keliling terpadu, serta layanan tematik di wilayah tertentu dan wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). “Secara keseluruhan, layanan penukaran uang tersedia di 54 titik di wilayah Maluku. Penukaran Maksimal Rp5,3 juta per orang,” ungkapnya.
Selain itu juga masyarakat bisa melakukan pemesanan melalui Aplikasi Pintar yang dapat diakses secara daring. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih jadwal, lokasi dan pecahan uang sesuai kebutuhan.
Ia juga mengimbau masyarakat mengenali keaslian rupiah melalui metode 3D serta merawat uang dengan prinsip tidak dilipat, dicoret, diremas, distapler, dibasahi, maupun disetrika.
Pada kesempatan itu Ia juga mengajak masyarakat berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan guna mendukung stabilitas ekonomi daerah selama Ramadhan dan Idul Fitri.(S-25)