AMBON, Siwalima.id - Bank Indonesia Perwakilan Maluku menyebut ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip amanah dan keadilan.
Staf Kantor Perwakilan BI Maluku, Athufail Araafi Soeripto, mengatakan ekonomi syariah itu kuncinya ada pada amanah dan keadilan.
“Tidak ada pihak yang dirugikan, sehingga sistem ini semakin relevan dan diterima luas,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4).
Menurutnya, salah satu sektor yang mulai merasakan dampak pengembangan ekonomi syariah adalah pariwisata, khususnya melalui konsep wisata ramah muslim.
Konsep ini juga memberikan kepastian kehalalan produk dan layanan, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Maluku dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis syariah sebagai daya tarik baru, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Selain pariwisata, sektor lain seperti industri makanan dan minuman halal, fesyen muslim (modest fashion), serta keuangan syariah juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan," tuturnya.
Ia mengatakan, Indonesia saat ini menempati posisi ketiga dunia dalam ekonomi syariah global berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy.
Capaian tersebut menunjukkan peluang besar bagi daerah, termasuk Maluku, untuk ikut berkontribusi sebagai pemain dalam industri ekonomi syariah global.
Meski memiliki potensi besar, ia mengakui tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah masih menjadi tantangan utama.
“Potensinya besar, tetapi literasinya masih perlu ditingkatkan. Peran media sangat penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, keterbatasan industri halal serta perlunya penguatan sektor keuangan syariah di daerah juga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Tanpa dukungan ekosistem yang kuat, potensi ekonomi syariah dikhawatirkan belum dapat dimaksimalkan secara optimal.
Karena itu, BI terus mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui berbagai strategi, mulai dari memperluas akses produk keuangan syariah, memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan, hingga mendorong inovasi di berbagai sektor. (S-25)