AMBON, Siwalima.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia mencatat inflasi bulanan di Provinsi Maluku pada Februari tercatat sebesar 0,58 persen (month to month/mtm) atau melandai dibandingkan bulan Januari 0,75 persen (mtm).
Meski demikian, secara tahunan inflasi Maluku masih berada di level 5,97 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 4,76 persen (yoy).
“Tekanan inflasi secara spasial terutama bersumber dari Kabupaten Maluku Tengah dan Kota Ambon,” kata Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku, Wahyu Indra Sukma, dalam rilisnya, Selasa (3/3).
Ia menyebut, Kabupaten Maluku Tengah mencatat inflasi sebesar 1,21 % (mtm), sementara Kota Ambon sebesar 0,30 % (mtm).
Namun, laju inflasi yang lebih tinggi tersebut tertahan oleh deflasi di Kota Tual yang tercatat minus 0,72 % (mtm). Secara tahunan, inflasi Maluku sebesar 5,97 % (yoy) berada di atas rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen (yoy).
"Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan realisasi Januari 2026 yang sebesar 4,70 % (yoy)," ujarnya
Kenaikan inflasi Februari terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Kedua kelompok tersebut masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,26 % (mtm) dan 0,17 % (mtm).
Komoditas hortikultura seperti buncis, tomat, kacang panjang, dan sawi menjadi penyumbang utama inflasi, dengan andil masing-masing sebesar 0,14 %, 0,14 %, 0,12 % dan 0,08 % (mtm).
"Peningkatan harga dipengaruhi oleh naiknya permintaan menjelang periode HBKN, di tengah aktivitas panen yang secara struktural masih dalam kondisi normal," katanya.
Selain itu, inflasi juga dipicu oleh kenaikan harga emas seiring meningkatnya permintaan aset safe haven di pasar internaional akibat ketidakpastian geopolitik global.
Ia menyampaikan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengoptimalkan program pengendalian inflasi melalui gerakan pengendalian inflasi dan pangan sejahtera.
Selain itu, koordinasi lintas pemangku kepentingan dan penyampaian informasi harga serta pasokan kepada masyarakat terus diperkuat guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali.(S-25)