AMBON, Siwalima.id – Ketua DPD PDIP Maluku Benhur Watubun menegaskan, partai yang dipimpinnya ini tidak ingin terburu-buru membicarakan siapa kader yang akan diusung pada Pilgub Maluku di 2029 mendatang.
Namun, satu hal yang pasti yang perlu digaris bawahi, bahwa PDIP bertekad untuk merebut kembali kekuasaan di Provinsi Maluku.
“Kita tidak bicara siapa yang akan dicalonkan. Tapi merebut kekuasaan 2029 itu pasti. Itu yang tepat. PDIP akan kembali merebut kekuasaan,” tandas Benhur kepada wartawan di ruang rapat DPD PDIP Maluku, Senin (3/11).
Menurut Benhur, hakikat politik adalah, meraih kekuasaan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Karena itu, seluruh kader dan struktur partai akan bekerja konsisten untuk memastikan, visi perjuangan partai dapat terwujud, baik di dalam maupun di luar pemerintahan.
“Kemarin kalah dan kami sudah sampaikan ke pak Hendrik Kalau kami menang, maka visi kami atau visi Pak Jeffrey itu jadi dokumen visi seluruh rakyat Maluku yang akan terdokumentasi dalam RPJMD. Tapi karena Pak Hendrik menang, maka dokumen Lawamena itu yang jadi visi dan misi seluruh rakyat Maluku,” beber Benhur.
Benhur menegaskan, pihaknya akan tetap memantau dan mengevaluasi setiap kebijakan pemerintah daerah, termasuk soal meritokrasi birokrasi, infrastruktur serta program-program pelayanan publik, seperti kesehatan dan perumahan gratis.
“Partai ini dinamis dan tidak diam. Kita akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh seluruh kebijakan yang terjadi. Kita tunggu saatnya nanti,” ucap Benhur.
Terkait hubungan politik dengan Gubernur Maluku saat ini, Benhur menyebut PDIP tetap bersikap terbuka dan bersahabat, selama ada kesamaan kepentingan politik.
“Kami tetap bersahabat. Tapi 2029 kita bisa saja berbeda dan itu tidak jadi soal. Politik itu tergantung kepentingan. Kalau dia baik, kita akan bersahabat terus. Kalau tidak, ya pada gilirannya kita akan bersikap,” tandas Beanhur.
Menurut Benhur, perjuangan PDIP akan terus diarahkan untuk memperjuangkan visi dan misi partai demi kepentingan rakyat.
“Kalau kita diluar pemerintahan, kita akan berjuang supaya satu atau dua butir visi partai bisa diintegrasikan. Tapi kalau kita di dalam pemerintahan, maka semuanya akan kita masukkan,” tutur Benhur.
Penilaian atas kiprah partai dan pemerintahan selama ini kata Benhur, tetap diserahkan kepada rakyat dan media.
“Tinggal rakyat yang menilai, apakah kita memerintah di zaman pak Karel baik atau tidak, di zaman pak Murad baik atau tidak, di zaman pak Bib baik atau tidak. Wartawan juga pasti sudah punya penilaian sendiri,” pungkas Benhur. (S-26)