AMBON, Siwalima.id - Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf menyebut saat ini total aset perbankan syariah tercatat mencapai Rp 1,02 triliun hingga akhir 2025.
Angka tersebut menunjukkan perkembangan positif sektor keuangan di daerah. Selain itu, pembiayaan perbankan syariah di Maluku tercatat sebesar Rp 710 miliar atau tumbuh 18,30 persen secara tahunan.
“Selain itu, terkait rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) berada pada angka 1,14 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 2,19 persen,” ujar Andi dalam rilisnya kepada Siwalima, Rabu (11/3).
Menurut dia, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Sementara itu, survei nasional literasi dan inklusi keuangan OJK tahun 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen.
“Ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah sudah meningkat, namun pemanfaatannya masih perlu terus didorong,” ujarnya.
Ia juga menyinggung terkait rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah yang digelar Kantor OJK Maluku dan di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu kemarin.
Dimana berbagai kegiatan edukasi dan kompetisi selama Ramadan digelar. Program tersebut antara lain kajian dan obrolan seputar keuangan syariah, kompetisi keuangan syariah Ramadan, safari edukasi ramadan keuangan syariah serta santri cakap literasi keuangan syariah.
Pada puncak kegiatan juga dilaksanakan edukasi keuangan syariah kepada lebih dari 500 pelajar SMA, SMK, dan MA se-Pulau Ambon. “Program Gerak Syariah merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah,” jelasnya.
Kegiatan itu juga merupakan bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan.
“Program ini, lanjutnya menjadi wadah kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri keuangan syariah, Bank Indonesia, Kementerian Agama, media, serta tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah.(S-25)