AMBON, Siwalimanews – Kontraktor akhirnya buka suara. Sesuai petunjuk, anggaran proyek difokuskan untuk pembangunan cafe dan area pendukungnya.
PT Erloom Anugerah Jaya, yang ditetapkan sebagai pemeÂnang dalam proyek Penataan Wilayah dan Rehabilitasi Islamic Center, mengaku seluruh pekerjaan proyeknya dilakukan sesuai arahan dari Dinas PU Maluku.
Novi Pattirane, Kimisaris PT Erloom kepada SiwaÂlima, Selasa (16/3) siang, memÂbeÂnarÂkan kalau perusahaan miliknya yang jadi pemenang pada proÂyek dimaksud.
Novi yang mengajak berteÂmu di lokasi proyek, Islamic Center, Waihaong, mengataÂkan, dia mengerjakan proyek terseÂbut sesuai dengan arahan dari Dinas PU Maluku.
Walau demikian, dia membeÂnarÂkan tidak seluruh gedung Islamic Center mereka kerjakan.
âKarena sesuai arahan haÂnya di bagian belakang,â ukuÂnya.
Saat bertemu, Novi tak sendiri. Dia ditemani Haji Mo Wakan. Bela-kangan diketahui kalau Wakanlah yang mengerjakan proyek ini, tentunya dengan bendera PT Erloom AnuÂgerah Jaya.
âKami bekerja sesuai dengan arahan dan petunjuk dari Dinas PU Maluku,â jelas Wakan, membuka percakapan.
Dia lalu menjelaskan, kalau proÂyeknya memang dikhususkan untuk membangun beberapa ruangan di bagian belakang dan merubahnya menjadi cafe, yang saat ini dikelola oleh PKK Provinsi Maluku.
âUntuk pembangunan cafe ada empat ruang yang kemudian dijadiÂkan satu sehingga menjadikan cafe yang menjadi besar. Ini arahan dari PU seperti itu,â ujar Haji Wakan.
Ia menyebutkan, item pekerjaan lain yang dilakukan diantaranya, pemaÂsangan listrik baru 11 ribu KVA, dan listrik ini digunakan di kafe. Selain itu pengerjaan pengeÂcatan, pemaÂsangan tegel dan coral batik.
Selain itu, Wakan mengaku memÂbeli mesin pendingin udara satu PK 4 unit dan 3 PK satu unit. âIni yang baru, tegel lantai musÂhola juga dibangun baru, rolling door belakang ada dua, dan rolling door depan ada enam, kaca,â ujarnya.
Di tempat yang sama, Novi PattiÂrane juga mengakui, pihaknya mengerjakan penataan kawasan dan rehabilitasi Gedung Islamic Center bagian belakang, mulai dari penaÂtaan lokasi tempat yang awalnya dijadikan sebagai tempat pembuaÂngan sampah ditata lebih bagus, kemudian membangun cafe.
âYang kami tata itu tempat sampah dulunya daerah kumuh, terus cafe yang awalnya belum ada kita bangun, terus taman yang dijadikan sebagai tempat santai. Terus kami melakukan pengecatan, pavling block, dan semua dibikin bagus dan ditata dengan interior yang bagus,â ujarnya.
Pattirane menegaskan, proyek ini tidak fiktif, tetapi pekerjaan ada dan dikerjakan sesuai dengan petunjuk dari Dinas PU. Pekerjaan telah selesai bulan Desember 2020 lalu.
Ia mengakui, pekerjaan dilakukan sejak kontrak bulan Oktober 2020 dan kerja maksimal sehingga selesai bulan Desember 2020 lalu.
Ketika ditanyakan mengapa tidak direhab secara keseluruh karena nama proyek penataan kawasan dan rehabilitasi Gedung Islamic Center, Pattirane menjelaskan, pihaknya hanya mengerjakan bagian belakang gedung tersebut. Dan itu dilakukan sesuai dengan arahan dan petunjuk Dinas PU Maluku. (S-32/S-19)