AMBON, Siwalima.id - Kota Ambon berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat ke-10 dalam Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2025 dengan skor 5,657.
Hal ini berdasarkan penilaian SETARA Institute yang diluncurkan di Mangkuluhur Arthotel Suites, Jakarta, Rabu (22/4)
Mewakili Pemerintah Kota Ambon dalam penerimaan piagam penghargaan Kota Toleran, Kepala Badan Kesbangpol Kota Ambon, Aldrin Parinussa, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Parinussa bilang, penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemkot Ambon bersama seluruh masyarakat dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai toleransi.
Dikatakan, suasana toleransi di Ambon terlihat dari komitmen kuat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena yang secara konsisten menegaskan, Ambon adalah kota yang ramah bagi seluruh warganya tanpa membedakan agama, etnis, maupun identitas sosial lainnya.
“Penegasan ini sering disuarakan, bukan hanya pernyataan formal, melainkan secara konsisten disampaikan melalui pidato pada forum-forum publik yang dihadiri Bapak Wali Kota,” ujar Parinussa dalam rilis yang diterima Siwalima, Kamis (23/4).
Dijelaskan, terdapat empat variabel utama dalam penilaian IKT oleh SETARA Institute, yakni regulasi pemerintah kota, tindakan pemerintah kota, regulasi sosial, dan tindakan sosial.
Selain itu, terdapat delapan indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja pemerintah dalam mengelola keberagaman dan kerukunan, yaitu perencanaan pembangunan, kebijakan diskriminatif, peristiwa pelanggaran, tindakan pemerintah, regulasi sosial, demografi sosio-keagamaan, pernyataan publik, dan tingkat toleransi.
Sebagai Kepala Badan Kesbangpol, Parinussa berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus meningkatkan semangat toleransi di Kota Ambon.
Sebelumnya, Walikota Ambon, Bodewin M. Wattimena kepada Siwalima turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Ambon atas partisipasi dalam membangun kehidupan yang harmonis.
“Kota Ambon masuk 10 besar Kota Toleran di Indonesia, naik satu tingkat dibanding tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh warga atas partisipasi membangun toleransi di Kota Ambon tercinta,” tulis Wattimena.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama dengan TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian.
“Mari saling membantu bersama TNI/POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Bersama kita wujudkan Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Untuk diketahui, penilaian IKT tahun ini diikuti 94 kota di Indonesia. Peringkat pertama diraih Salatiga dengan skor 6,492, disusul Singkawang (6,291), Semarang (6,160), Pematangsiantar (6,084), Bekasi (6,037), Sukabumi (5,973), Magelang (5,805), Kediri (5,792), Tegal (5,733), dan Ambon di posisi ke-10. (Mg-1)