AMBON, Siwalima.id - Akademisi Fisip Unpatti, Jefri Leiwakabessy mengatakan, setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya Proyek Strategis Nasional pengembangan Lapangan Abadi Masela akan direalisasi.
Rencananya proyek ini bakal memasuki tahapan groundbreaking atau peletakan batu pertama yang direncanakan April mendatang.
Kata Leiwakabessy, hal ini menjadi angin segar bagi pemerintah maupun masyarakat Maluku sebab terlalu lama pemerintah dan masyarakat menunggu proyek raksasa ini dikelola untuk mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat.
“Kita tentu bersyukur bahwa progres Blok Masela ini terus berjalan. Dan ini menunjukkan Gubernur Maluku juga turut bekerja dengan membangun komunikasi bersama Pemerintah Pusat maupun kontraktor pengembang,” ungkap Leiwakabessy kepada Siwalima melalui telepon selulernya, Senin (2/3).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku tidak boleh tinggal diam dengan progres realisasi Blok Masela, sebaliknya harus tanggap dan responsif untuk membantu mempermudah realisasinya.
Salah satu yang harus dilakukan Pemprov Maluku saat ini, lanjut Leiwakabessy, berkaitan dengan percepatan pembentukan tim terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang telah dimintakan SKK Migas.
Pasalnya, selama penanganan dampak sosial kemasyarakatan belum tuntas tentu akan menghambat proses groundbreaking yang direncanakan akan berlangsung di April nanti.
“Proses penanganan dampak sosial kemasyarakatan itu juga memakan waktu yang lama jadi mestinya tim ini sudah harus terbentuk untuk selanjutnya dilakukan identifikasi dilapangan,” tegas Leiwakabessy.
Leiwakabessy mengingatkan jangan sampai akibat keterlambatan pemprov membentuk tim terpadu, dapat berdampak pada terhambatnya realisasi proyek Blok Abadi masalah sebab jika ini terjadi maka akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah.
Apalagi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berkeinginan agar proyek ini cepat terealisasi sehingga dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan ekonomi Maluku.
“Saya kira semangat kita sama agar bagaimana blok Masela ini dapat terealisasi karena itu kita minta hal ini dapat menjadi perhatian serius bersama,” tandas Leiwakabessy.
Dalam Waktu Dekat
Sementara itu, Juri Bicara Pemrov Maluku Kasrul Selang memastikan dalam waktu dekat tim terpadu telah terbentuk.
“Dalam waktu dekat sudah ada. Lebih cepat itu lebih baik,” tandas Kasrul.
April Groundbreaking
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyebut groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan fisik blok Masela akan dilakukan di akhir bulan April mendatang.
Hal ini disampaikan HL sapaan akrab Gubernur Maluku, saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Pertanian yang berlangsung di Lantai VI Kantor Gubernur, Jumat (27/2).
Peletakan batu pertama tersebut, akan dilakukan setelah Kementerian Kehutanan memberikan izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) kepada SKK Migas beberapa waktu lalu.
HL mengaku, dengan diterbitkannya dua dokumen penting tersebut, maka menjadi tonggak baru dalam realisasi proyek strategis nasional setelah puluhan tahun direncanakan pembangunannya.
“Saya baru dari Jakarta dan bertemu dengan manajemen Inpex sebagai kontraktor pengembangan Blok Masela dan paling lambat akhir April itu sudah dilakukan groundbreaking. Ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ucap HL.
Untuk mendukung percepatan pembangunan fisik Blok Abadi Masela, HL memastikan, Pemerintah provinsi akan berupaya sesuai dengan kewenangannya untuk membantu realisasi pembangunan Blok Masela, termasuk membantu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) guna mempercepat penyelesaian lahan Blok Masela. (S-20)