SIWALIMA.id > Berita
Akademisi Dorong Bentuk Tim Terpadu PDSK Blok Masela
Daerah , Headline | Selasa, 3 Maret 2026 pukul 12:50 WIT

AMBON, Siwalima.id - Akademisi Fisip Un­patti, Jefri Leiwa­ka­be­ssy mengatakan, sete­lah bertahun-tahun me­nunggu akhirnya Proyek Strategis Na­sional pengembangan Lapangan Abadi Ma­sela akan direalisasi.

Rencananya proyek ini bakal memasuki tahapan groundbrea­king atau peletakan batu pertama yang direncanakan April mendatang.

Kata Leiwakabessy, hal ini menjadi angin segar bagi pemerintah maupun masyarakat Maluku sebab terlalu lama peme­rintah dan masyarakat menunggu proyek raksasa ini dikelola untuk mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kita tentu bersyukur bahwa progres Blok Masela ini terus berjalan. Dan ini menunjukkan Gubernur Maluku juga turut bekerja dengan membangun komunikasi bersama Pemerintah Pusat mau­pun kontraktor pengembang,” ung­kap Leiwakabessy kepada Siwa­lima melalui telepon selulernya, Senin (2/3).

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Maluku tidak boleh tinggal diam dengan progres realisasi Blok Masela, sebaliknya harus tanggap dan responsif untuk membantu mempermudah realisasinya.

Salah satu yang harus dilakukan Pemprov Maluku saat ini, lanjut Leiwakabessy, berkaitan dengan percepatan pembentukan tim terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) yang telah dimintakan SKK Migas.

Pasalnya, selama penanganan dampak sosial kemasyarakatan belum tuntas tentu akan meng­hambat proses groundbreaking yang direncanakan akan ber­langsung di April nanti.

“Proses penanganan dampak sosial kemasyarakatan itu juga memakan waktu yang lama jadi mestinya tim ini sudah harus terbentuk untuk selanjutnya dila­kukan identifikasi dilapangan,” tegas Leiwakabessy.

Leiwakabessy mengingatkan jangan sampai akibat keterlam­batan pemprov membentuk tim terpadu, dapat berdampak pada terhambatnya realisasi proyek Blok Abadi masalah sebab jika ini terjadi maka akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah.

Apalagi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa berkeinginan agar proyek ini cepat terealisasi sehingga dapat memberikan efek domino bagi pertumbuhan eko­nomi Maluku.

“Saya kira semangat kita sama agar bagaimana blok Masela ini dapat terealisasi karena itu kita minta hal ini dapat menjadi perhatian serius bersama,” tandas Leiwakabessy.

Dalam Waktu Dekat

Sementara itu, Juri Bicara Pemrov Maluku Kasrul Selang memastikan dalam waktu dekat tim terpadu telah terbentuk.

“Dalam waktu dekat sudah ada. Lebih cepat itu lebih baik,” tandas Kasrul. 

April Groundbreaking

Diberitakan sebelumnya, Gu­ber­nur Maluku, Hendrik Lewerissa me­nyebut groundbreaking atau peletakan batu pertama pemba­ngunan fisik blok Masela akan dilakukan di akhir bulan April mendatang.

Hal ini disampaikan HL sapaan akrab Gubernur Maluku, saat mem­buka Rapat Koordinasi Bidang Per­tanian yang berlangsung di Lantai VI Kantor Gubernur, Jumat (27/2).

Peletakan batu pertama ter­sebut, akan dilakukan setelah Ke­menterian Kehutanan memberi­kan izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (IPPKH) dan Analisis Mengenai Dam­pak Lingkungan (AMDAL) ke­pada SKK Migas beberapa waktu lalu.

HL mengaku, dengan diterbit­kan­nya dua dokumen penting tersebut, maka menjadi tonggak baru dalam realisasi proyek stra­tegis nasional setelah puluhan tahun direncanakan pembangun­annya.

“Saya baru dari Jakarta dan ber­temu dengan manajemen Inpex se­bagai kontraktor pengem­bangan Blok Masela dan paling lambat akhir April itu sudah dilakukan ground­breaking. Ini sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ucap HL.

Untuk mendukung percepatan pembangunan fisik Blok Abadi Masela, HL memastikan, Peme­rintah provinsi akan berupaya sesuai dengan kewenangannya untuk membantu realisasi pemba­ngunan Blok Masela, termasuk membantu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) guna mempercepat penyelesaian lahan Blok Masela. (S-20)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps