TIDAK terasa besok, Sabtu, 25 Oktober 2025 Harian Pagi Siwalima sudah berÂusia 26 tahun. Syukur tidak terhiÂngga kami panjatkan kepada TuÂhan Yang Maha Kuasa, yang hiÂngga saat ini terus memÂberkati setiap langkah juang kami.
Perjalanan panjang itu adalah bukti nyata kontribusi kami untuk terus bergerak maju dan melangÂkah bersama. Pula kami jadikan sebagai bahan evaluasi, agar bisa mengetahui sejauh mana fungsi dan peran pers sebagaimana diamanatkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999, bisa dijaÂlankan dengan baik.
Berperan aktif dalam ikut meÂnurunkan tensi konflik sosial di Maluku, adalah tujuan kami sedari awal hadir, melalui praktik jurnaÂlistik yang independen, dimana hasilnya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat saat ini.
Dalam perjalanan selanjutnya, kami ikut jadi bagian terdepan untuk terus âMerawat KeberagaÂmanâ yang sempat terkoyak di Maluku, dengan mengacu pada empat fungsi utama media sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menyajikan informasi, melaÂkukan kontrol sosial, pendidikan dan hiburan.
Untuk memaknai dan merawat keberagaman, kami akan selalu mengedepankan peran pers tadi, dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, menÂdorong terwujudnya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan; mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan peÂngawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaiÂtan dengan kepentingan umum; serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Tidaklah mudah memang untuk menjalankan tugas, fungsi dan peran yang sarat dinamika itu, naÂmun semuanya tidak pernah membuat kami kendor, apalagi kapok untuk terus menyuarakan kebenaran dan keadilan bagi kepentingan pubik.
Hal ini juga ikut memotivasi kami untuk lebih semangat dan keras bekerja demi menyuguhkan pemÂberitaan yang baik dan sehat kepada masyarakat.
Tantangan itu terasa kian berat saat berhadapkan dengan kondisi daerah dan persaingan media yang semakin tinggi. Namun hal ini mengharuskan kami untuk terus berÂgerak maju dan berinovasi, serÂta memilih untuk merawat keberaÂgaman, karena punya banyak keÂterkaitan dengan perjalanan jatuh bangunnya daerah ini.
Sebut saja hubungan antar generasi, manusia, alam dan juga kemajuan teknologi, yang dilandasi beberapa peristiwa, semisal damÂpak revolusi teknologi informasi dan kebebasan berpendapat, yang berujung pada baku hantam orang basudara.
Konflik antar warga yang diawali hal sepele, hingga provokasi semÂpit yang memicu perang kampung, seyogianya harus jadi concern seÂmua kita untuk mengakhirinya. KaÂrena kemajemukan adalah anuÂgeÂrah dan kekayaan yang akan selaÂlu berujung pada rasa persauÂdaÂraan dan kekeluargaan. KemajeÂmuÂkan itu semestinya menjadi peÂnguat kehidupan yang penuh keÂdamaian dan cinta kasih antar kita.
Di tengah gempuran teknologi dan kuatnya pengaruh artificial intelligence, kami dituntut bisa berÂperan aktif dan berubah mengikuti perkembangan zaman, tentu saja dengan dilandasi niat memupuk dan merawat keberagaman yang ada, karena transformasi adalah sebuah keniscayaan.
Hari ini, semua kita bisa melihat bagaimana kami bisa bertransforÂmasi untuk kemudian menyesuaiÂkan diri dengan platform media baru. Di samping tetap memperÂtahankan diri sebagai media konvensional, kami juga beradapÂtasi dengan merambah masuk ke berbagai platform media baru yang akrab dan digandrungi Gen Z serta Gen Alpha.
Setahun belakangan, kami terus melakukan berbagai inovasi daÂlam pembuatan konten pada platform media sosial, agar eye catching dan menarik dilihat, serta tak ketinggalan memperbaharui platform website.
Reformasi website ini diharapÂkan bisa bersahabat dengan gaya dan tampilan generasi muda, yang kemudian akan memberi warna, dengan cara terus mengkampaÂnyeÂkan pentingnya merawat kebeÂragaman antar kita.
Penting bagi pers untuk beriÂnovasi agar dapat bertahan dan terus relevan di tengah disrupsi teknologi, perubahan perilaku konÂsumen dan persaingan ketat dari platform digital.
Terpenting, reformasi dan inoÂvasi tersebut, harus tetap sejalan deÂngan misi utama pers untuk memberikan informasi yang akurat dan terÂverifikasi, serta berperan dalam literasi media bagi masyaÂrakat.
Kami tidak bisa mengelak dari keniscayaan perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi. Sebab, cara publik meÂngkonsumsi informasi memang berbeda-beda.
Semua itu dilakukan, agar warga masyarakat Maluku, tetap meyakini Siwalima selalu menjadi pemandu dan pencerah publik, dengan tetap menjadikan UU Pers sebagai keÂmudi dan pemandu arah.
Kini, dengan bertambah setahun usia, kami yakin akan semakin proÂduktif, efektif dan efisien dapatlam menjalankan fungsi dan peran seÂbagai pers, dalam menjawab harapan masyarakat Maluku.Dirgahayu Harian Pagi Siwalima!
(Sherly Lootje Pattipawae, Pemimpin Redaksi Siwalima)