SIWALIMA.id > Berita
26 Tahun Siwalima: Terus Merawat Keberagaman
Daerah , Headline | Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 16:59 WIT

TIDAK terasa besok, Sabtu, 25 Oktober 2025 Harian Pagi Siwalima sudah ber­usia 26 tahun. Syukur tidak terhi­ngga kami panjatkan kepada Tu­han Yang Maha Kuasa, yang hi­ngga saat ini terus mem­berkati setiap langkah juang kami.

Perjalanan panjang itu adalah bukti nyata kontribusi kami untuk terus bergerak maju dan melang­kah bersama. Pula kami jadikan sebagai bahan evaluasi, agar bisa mengetahui sejauh mana fungsi dan peran pers sebagaimana diamanatkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999, bisa dija­lankan dengan baik.

Berperan aktif dalam ikut me­nurunkan tensi konflik sosial di Maluku, adalah tujuan kami sedari awal hadir, melalui praktik jurna­listik yang independen, dimana hasilnya bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat saat ini.

Dalam perjalanan selanjutnya, kami ikut jadi bagian terdepan untuk terus “Merawat Keberaga­man” yang sempat terkoyak di Maluku, dengan mengacu pada empat fungsi utama media sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menyajikan informasi, mela­kukan kontrol sosial, pendidikan dan hiburan.

Untuk memaknai dan merawat keberagaman, kami akan selalu mengedepankan peran pers tadi, dalam memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, men­dorong terwujudnya supremasi hukum dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan; mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; melakukan pe­ngawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkai­tan dengan kepentingan umum; serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Tidaklah mudah memang untuk menjalankan tugas, fungsi dan peran yang sarat dinamika itu, na­mun semuanya tidak pernah membuat kami kendor, apalagi kapok untuk terus menyuarakan kebenaran dan keadilan bagi kepentingan pubik.

Hal ini juga ikut memotivasi kami untuk lebih semangat dan keras bekerja demi menyuguhkan pem­beritaan yang baik dan sehat kepada masyarakat.

Tantangan itu terasa kian berat saat berhadapkan dengan kondisi daerah dan persaingan media yang semakin tinggi. Namun hal ini mengharuskan kami untuk terus ber­gerak maju dan berinovasi, ser­ta memilih untuk merawat kebera­gaman, karena punya banyak ke­terkaitan dengan perjalanan jatuh bangunnya daerah ini.

Sebut saja hubungan antar generasi, manusia, alam dan juga kemajuan teknologi, yang dilandasi beberapa peristiwa, semisal dam­pak revolusi teknologi informasi dan kebebasan berpendapat, yang berujung pada baku hantam orang basudara.

Konflik antar warga yang diawali hal sepele, hingga provokasi sem­pit yang memicu perang kampung, seyogianya harus jadi concern se­mua kita untuk mengakhirinya. Ka­rena kemajemukan adalah anu­ge­rah dan kekayaan yang akan sela­lu berujung pada rasa persau­da­raan dan kekeluargaan. Kemaje­mu­kan itu semestinya menjadi pe­nguat kehidupan yang penuh ke­damaian dan cinta kasih antar kita.

Di tengah gempuran teknologi dan kuatnya pengaruh artificial intelligence, kami dituntut bisa ber­peran aktif dan berubah mengikuti perkembangan zaman, tentu saja dengan dilandasi niat memupuk dan merawat keberagaman yang ada, karena transformasi adalah sebuah keniscayaan.

Hari ini, semua kita bisa melihat bagaimana kami bisa bertransfor­masi untuk kemudian menyesuai­kan diri dengan platform media baru. Di samping tetap memper­tahankan diri sebagai media konvensional, kami juga beradap­tasi dengan merambah masuk ke berbagai platform media baru yang akrab dan digandrungi Gen Z serta Gen Alpha.

Setahun belakangan, kami terus melakukan berbagai inovasi da­lam pembuatan konten pada platform media sosial, agar eye catching dan menarik dilihat, serta tak ketinggalan memperbaharui platform website.

Reformasi website ini diharap­kan bisa bersahabat dengan gaya dan tampilan generasi muda, yang kemudian akan memberi warna, dengan cara terus mengkampa­nye­kan pentingnya merawat kebe­ragaman antar kita.

Penting bagi pers untuk beri­novasi agar dapat bertahan dan terus relevan di tengah disrupsi teknologi, perubahan perilaku kon­sumen dan persaingan ketat dari platform digital.

Terpenting, reformasi dan ino­vasi tersebut, harus tetap sejalan de­ngan misi utama pers untuk memberikan informasi yang akurat dan ter­verifikasi, serta berperan dalam literasi media bagi masya­rakat.

Kami tidak bisa mengelak dari keniscayaan perubahan yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi. Sebab, cara publik me­ngkonsumsi informasi memang berbeda-beda.

Semua itu dilakukan, agar warga masyarakat Maluku, tetap meyakini Siwalima selalu menjadi pemandu dan pencerah publik, dengan tetap menjadikan UU Pers sebagai ke­mudi dan pemandu arah.

Kini, dengan bertambah setahun usia, kami yakin akan semakin pro­duktif, efektif dan efisien dapatlam menjalankan fungsi dan peran se­bagai pers, dalam menjawab harapan masyarakat Maluku.Dirgahayu Harian Pagi Siwalima!

(Sherly Lootje Pattipawae, Pemimpin Redaksi Siwalima)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps