AMBON, Siwalimanews – Komitmen elemen pemuda dan masÂyarakat di Provinsi Maluku untuk menÂdukung pembangunan berkelanjutan mendapat sorotan dan apresiasi dari berbagai pihak.
Ketua Gerakan Angkatan Muda KrisÂten Indonesia (GAMKI) Maluku, Semuel Patra Ritiauw, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemuda, dan masyarakat sipil untuk memperkuat arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan di daerah ini.
Menurut Ritiauw, pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyaÂrakat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak berkolaborasi dan memiÂliki visi yang sama. Ia berharap, semaÂngat dan komitmen untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat juga diimplementasikan di 11 kabupaten dan kota di Maluku.
âKami berharap komitmen ini juga menjadi komitmen yang sama yang dilakukan di 11 kabupaten kota, untuk bersama-sama mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang jauh lebih baik,â ujar Ritiauw, dalam rilisnya, Rabu (15/10).
Ritiauw menilai, tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di Maluku tidak dapat diatasi hanya oleh pemeÂrintah. Generasi muda perlu berperan aktif melalui pemikiran kritis, solusi inovatif, serta kemampuan menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan publik. âSudah saatnya elemen pemuda dan masyarakat bersatu, bergandengan tangan untuk mewujudkan Maluku yang lebih baik. Pemuda harus menjadi motor perubahan, bukan sekadar penonton,â tegasnya.
Lebih lanjut, Ritiauw memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dinilainya berkomitmen memperkuat pembangunan nasional, termasuk di kawasan timur Indonesia.
Ia berharap agar pandangan dan pokok-pokok pikiran dari masyarakat Maluku dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
âKami berharap gagasan dan panÂdangan yang sudah disampaikan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Presiden Prabowo untuk memperbaiki lagi kualitas pembangunan secara keseluÂruhan di Provinsi Maluku,â katanya.
Ritiauw menegaskan, Maluku memiÂliki potensi besar untuk berkemÂbang menjadi provinsi berdaya saing tinggi, terutama melalui penguatan sektor kelautan, perikanan, pariwisata, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, potensi besar itu, menurutnya, hanya dapat dioptimalkan bila seluruh elemen bersatu dan memiÂliki tanggung jawab kolektif terhadap masa depan daerah.
âKe depan kita ingin melihat Maluku yang mampu bersaing dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyaÂrakat harus terus diperkuat,â ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberÂhasilan pembangunan bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan merupakan kerja bersama seluruh lapisan masyarakat. âMinimal ini jadi tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memang pengambil kebijakan, tapi rakyat dan pemuda adalah pelaksana nilai-nilai perubahan itu,â tutupnya.
Dengan semangat kolaborasi, sinergi lintas sektor, dan dukungan generasi muda yang kritis dan berdaya, Maluku diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera. (S-25)