SIWALIMA.id > Berita
Warga Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem
Daerah | Rabu, 29 April 2026 pukul 14:14 WIT

AMBON, Siwalima.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, terkait potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Ambon dan sekitarnya, Selasa (28/4).

Kepala BPBD Kota Ambon, Frits R. Tatipikalawan saat di konfirmasi Siwalima melalui sambungan telepon selulernya menegaskan, kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian serius seluruh masyarakat.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi dan dapat disertai angin kencang maupun petir di sejumlah kawasan.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan, dan mengurangi aktivitas di lokasi rawan bencana saat cuaca buruk berlangsung,” tegas Tatipikalawan.

Ia secara khusus meminta warga yang tinggal di lereng gunung, bantaran sungai serta daerah rawan longsor agar terus memantau kondisi lingkungan sekitar dan segera mengungsi bila ditemukan tanda-tanda bahaya.

Selain itu, pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat juga diminta lebih waspada saat melintas di jalan yang rawan pohon tumbang, genangan air maupun longsoran material.

BPBD Kota Ambon juga menyiagakan personel untuk merespons cepat apabila terjadi bencana akibat cuaca ekstrem. Warga yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kejadian kebencanaan dapat menghubungi layanan pengaduan BPBD di nomor +62 812-4861-4038.

“Kami minta masyarakat jangan panik, tetapi tetap siaga. Keselamatan diri dan keluarga adalah yang utama,” pungkasnya

AY Patty Terendam Banjir

Sementara itu, hujan lebat yang mengguyur Kota Ambon sejak pukul 16.50 hingga 18.30 WIT, menyebabkan ruas Jalan AY Patty terendam air setinggi pergelangan hingga betis kaki orang dewasa. 

Akibatnya, aktivitas lalu lintas di sepanjang jalan tersebut mengalami kemacetan akibat kendaraan yang kesulitan melalui ruas jalan tersebut. 

Menurut Lilian Patty, salah satu warga yang berteduh di emperan toko di Jalan AY Patty, banjir di kawasan tersebut merupakan hal biasa dan sudah sering terjadi setiap tahun ketika musim hujan tiba.

“Ini hal biasa, sebab Jalan AY Patty ini langganan banjir kalau hujan besar,” ungkap Lilian saat ditemui Siwalima, Selasa (28/4).

Menurutnya, drainase yang buruk, menjadi penyebab kawasan tersebut sering terendam banjir jika musim penghujan tiba dan ini sudah tidak bisa dihindari.

“Saluran air buruk karena tidak ada kesadaran masyarakat yang buang sampah sembarangan. Jadi tidak bisa sepenuhnya salahkan pemerintah kota juga, sebab semua ini balik lagi kepada masyarakat,” tandas Lilian.

Sementara itu, pantauan Siwalima, akibat hujan tersebut kondisi lalu lintas tidak hanya macet di kawasan Jalan AY Patty. Namun, kendaraan juga menumpuk dari arah Gong Perdamain menuju ke jalan Tulukabessy.

Kemacetan Panjang

Hujan deras ini juga menyebabkan kemacetan panjang terjadi di sejumlah ruas jalan utama di Kota Ambon.

Pantauan Siwalima, antrean kendaraan terlihat mulai dari depan Bank BCA, depan Balai Kota, Gong Perdamaian Dunia, hingga depan Kantor Dinas PUPR Maluku.

Kemacetan terjadi, akibat meningkatnya volume kendaraan di tengah cuaca buruk, ditambah kondisi jalan yang licin serta genangan air di beberapa titik. Para pengendara roda dua maupun roda empat tampak bergerak perlahan karena arus lalu lintas tersendat.

Salah satu warga mengaku, kemacetan mulai terasa sejak hujan turun dengan intensitas tinggi pada sore hari dan terus berlangsung hingga malam.

“Biasanya tidak separah ini, tapi karena hujan deras jadi kendaraan padat dan jalannya macet total,” ujar salah satu pengendara mobil yang melintas di kawasan tersebut.

Melihat kondisi jalanan seperti ini, maka setiap pengguna jalan tetap berhati-hati saat berkendara, menjaga jarak aman, serta mematuhi aturan lalu lintas mengingat kondisi cuaca masih berpotensi hujan.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan pusat Kota Ambon masih terpantau padat merayap.(Mg-1/S-29)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps