SIWALIMA.id > Berita
Walikota Sebut Harga Bahan Pokok Masih Fluktuatif
Online | Kamis, 2 April 2026 pukul 15:07 WIT

AMBON,Siwalima.id - Pemerintah Kota Ambon kembali merilis perkembangan terbaru harga bahan pokok di pasar tradisional. Berdasarkan data per Rabu, 1 April 2026, sejumlah komoditas harganya masih mengalami fluktuasi, terutama pada cabai, ikan dan daging.

Walikota Ambon, Bodewin  Wattimena menjelaskan, pemantauan harga ini dilakukan secara rutin untuk menjaga stabilitas pasokan serta daya beli masyarakat.

“Pemantauan harga terus kami lakukan secara berkala agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga,” ungkap walikota kepada Siwalima.id di Balai Kota, Kamis (2/4)

Berdasarkan data tersebut kata walikota, harga cabai rawit tercatat paling tinggi, yakni berkisar antara Rp120-140 ribu/kg. Sementara cabai keriting berada di kisaran Rp 79 – 80 ribu/kg.

Untuk komoditas sayur mayur, harga relatif stabil. Tomat dijual Rp20-25 ribu/kg, sawi Rp15-20 ribu/kg, serta kangkung dan bayam masing-masing Rp12-15 ribu/kg.

Di sektor bumbu dapur, bawang merah berada pada kisaran Rp50-55 ribu/kg, sedangkan bawang putih Rp40-45 ribu/kg. Untuk harga beras berkisar antara Rp13.500-18 ribu/kg, sementara minyak goreng berada di rentang Rp16-24 ribu/liter.

“Sementara komoditas protein, harga daging sapi masih tergolong tinggi, yakni Rp125-130 ribu/kg, daging ayam kampung Rp 60-75 ribu/kg, sedangkan ayam ras Rp44-46 ribu/kg,” urai wlaikota. 

Sedangkan harga telur menurut walikota, relatif stabil di kisaran Rp35.200-36.800/kg. Di sektor perikanan, ikan layang dijual Rp25-30 ribu/kg, ikan cakalang Rp25-50 ribu, dan ikan tatihu Rp25-35 ribu/kg.

Masyarakat dihimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Selain itu, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku pasar, guna menjaga ketersediaan barang serta mengendalikan lonjakan harga.

“Pemantauan harga ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Ambon dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama menjelang momen-momen tertentu yang berpotensi meningkatkan permintaan bahan pokok,” jelas walikota.(Mg-1)

BERITA TERKAIT