AMBON, Siwalima.id – Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menegaskan, keputusan terkait pengisian jabatan Sekretaris Kota Ambon, tidak akan diambil secara tergesa-gesa maupun berdasarkan kepentingan pihak tertentu.
Menurut walikota, sebelum menetapkan siapa yang akan menduduki jabatan birokrasi tertinggi di lingkup Pemkot itu, dirinya terlebih dahulu minta pandangan dari berbagai pihak eksternal sebagai bahan pertimbangan.
“Saya tidak bisa ambil keputusan begitu saja. Saya minta pandangan dari pihak-pihak eksternal, tetapi perlu ditegaskan, bahwa saya tidak minta mereka memilih siapa yang harus menjadi Sekot Ambon,” tegas walikota kepada Siwalima.id di Balai Kota, Kamis (18/6).
Walikota mengaku, seluruh calon yang telah mengikuti proses seleksi masih memiliki peluang yang sama untuk ditetapkan sebagai sekot definitif.
“Semua yang sudah ikut memiliki peluang. Kalau nanti saya sudah putuskan, berarti keputusan itu sudah mempertimbangkan semua aspek yang ada,” tandas walikota.
Walikota juga membantah, adanya pertimbangan tertentu yang berkaitan dengan masa jabatan ataupun faktor-faktor lain di luar kompetensi calon.
“Saya tidak mempertimbangkan masa jabatan seseorang maupun hal-hal lain di luar kebutuhan organisasi,” cetus walikota.
Terkait berbagai masukan yang berkembang di masyarakat, termasuk pendapat publik mengenai figur yang layak menduduki jabatan sekot, walikota mengaku, seluruhnya akan menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan akhir diambil.
“Masukan dari pihak eksternal maupun publik tentu juga menjadi bahan pertimbangan,” ungkap walikota.
Dalam proses tersebut juga, walikota mengaku, turut berdiskusi dengan sejumlah tokoh, termasuk mantan Walikota Ambon, guna memperoleh pandangan yang lebih luas sebelum menentukan pilihan.
“Saya juga berdiskusi dengan mantan walikota. Itu yang saya maksud dengan pihak eksternal. Semua harus saya tanyakan dan dengarkan,” ujar walikota.
Meski demikian, ia memastikan keputusan akhir tetap berada ditangannya sebagai kepala daerah. Namun, keputusan itu akan lahir setelah mempertimbangkan berbagai pandangan yang berkembang.
“Kalau pada waktunya saya sudah putuskan, berarti keputusan itu merupakan hasil pertimbangan terhadap banyak masukan, bukan semata-mata kemauan saya sendiri,” tutup walikota.(S-30)