AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengapresiasi pelaksanaan kegiatan
Pentas Seni SD Negeri 61 Ambon, yang berlangsung di Aula BPN Kota Ambon, Sabtu (15/11).
“Saya memberikan apresiasi bagi kepala sekolah, para guru dan panitia serta seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan ini. Semoga pagelaran seni menjadi ajang kreativitas untuk terus dilestarikan, demi tumbuh dan kembang anak-anak Ambon yang kreatif, berkarakter dan mencintai budaya,” ungkap Walikota dalam sambutannya, yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Kota Ambon, Rustam Hayat, saat membuka Pentas Seni SDN 61 Ambon.
Pentas Seni dengan Tema : Harmoni Budaya, Kreasi Tanpa Batas dihadiri Anggota DPR, RI asal Maluku Saadiah Uluputty, Kabid Jenjang SD Dinas Pendidikan Kota Ambon Hans Lekatompessy, Pengawas Lokasi Gugus 3 Lawamena Haulala, Kepala-kepala sekolah SD dan SMP Sekecamatan Sirimau serta para alumni SDN 61 Ambon.
Walikota mengatakan, pendidikan nasional memiliki fungsi fundamental untuk membentuk manusia Indonesia yang cerdas, berkarakter serta membentuk bagian yang utuh proses Pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada akademik tetapi juga membentuk kecerdasan emosional dan mengembangkan keterampilan anak, disinilah seni dan budaya berperan.
“Seni memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresi secara luas dan mengeksplorasi imajinasi dengan kemampuan nilai-nilai lokal guna memperkuat jati diri sebagai orang Ambon yang memiliki warisan leluhur yan kaya akan budaya,” ujarnya.
Kata dia, di tengah arus globalisasi, anak-anak di SDN 61 Ambon menyadari untuk tetap mencintai budaya local dan budaya nasional sambil tetap kreatif dan adaptif karena itulah kegiatan pagelaran seni ini menjadi sangat bermanfaat dan bermakna terutama bagi anak—anak yang sementara berada pada fase emas untuk pengembangan diri mereka.
Pagelaran seni harmoni budaya, kreasi tanpa batas ini bukan hanya sekadar aforia tetapi ini adalah puncak pelajaran dan kerja keras anak-anak untuk dapat berkreasi dengan mengembangkan diri. Ini adalah panggung mereka untuk menunjukan potensi dan bakat mereka dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Walikota berpesan tampilkan kemampuan dengan penuh percaya diri, jangan takut untuk berekspresi. Hari ini adalah panggung kalian dan percayalah yang kalian tampil adalah awal dari masa depan yang lebih besar.
Kepala SDN 61 Ambon, Josina Uneputty dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyongsong Hari PGRI dan Hari Guru Nasional ke-80 tahun 2025, dimana pentas seni yang digelar ini merupakan hasil kerja keras dari panitia, dewan guru/pegawai, komite serta siswa siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang telah bekerja keras selama 2 bulan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memupuk kesadaran bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan siswa tetapi juga menumbuhkan rasa dan cinta terhadap budaya. Harapan kami kegiatan ini bukan hanya pertunjukan semata tetapi wujud nyata bahwa SDN 61 Ambon, siap melahirkan generasi yang berkarakter, kreasi dan berbudaya, semoga apa yang ditampilkan oleh anak-anak kita dapat menjadi inspirasi dan semngat baru bagi Pendidikan di Kota Ambon,” jelasnya.
Pihaknya juga mengharapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah Kota Ambon, Dinas Pendidikan, para alumni dan masyarakat yang dapat terus terjalin sebab hanya dengan kebersamaan pendidikan bisa maju dan anak-anak bisa menjadi generasi yang membanggakan bangsa, daerah serta Kota Ambon.
Sebelumnya, Ketua panitia, Maria dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menampilkan kreativitas dan apresiasi siswa di SDN 61 Ambon serta memberikan motivasi kepada anak—anak agar dapat mengekspresikan diri melalui wadah kreativitas seni.
Kegiatan ini juga dibuat, lanjut dia, untuk menggali potensi dan bakat siswa sehingga tidak ada celah bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan tetapi sebaliknya dapat mengembangkan diri dengan hal-hal yang positif. “Kegiatan yang ditampilkan dalam pentas seni ini yakni tarian daerah, tari kreasi, bertutur Bahasa melayu ambon, bertutur bahasa Inggris, paduan jukulele, paduan suara, peragaan busana daerah dan nyanyi tunggal,” katanya. (S-25)