SIWALIMA.id > Berita
Walikota Ambon Minta Festival Budaya Digelar Berkelanjutan
Daerah | Senin, 2 Maret 2026 pukul 12:50 WIT

AMBON, Siwalima.id - Walikota Ambon, Bodewin Wattimena meminta agar festival budaya tidak hanya digelar sekali tetapi berkelanjutan.

“Festival budaya dapat terus digelar secara berkelanjutan karena mampu memperkuat persatuan sekaligus memperkaya kehidupan sosial dan budaya masyarakat,” kata walikota dalam sambutan pada pun­cak perayaan pentas seni festival bu­daya yang berlangsung di Monu­men Gong Perdamaian Dunia, Sabtu (28/2).

Dikatakan  budaya bukan sekadar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, melainkan pondasi penting dalam membangun masa depan kota ini.

Budaya merupakan warisan lelu­hur yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Ambon yang majemuk.

“Ambon adalah milik kita bersama. Budaya adalah warisan yang di­berikan oleh orang-orang tua kita terdahulu. Tradisi menjadi perekat bagi kita semua,” ujarnya.

Pihaknya terus memperkuat kola­borasi dengan berbagai pihak dalam upaya pelestarian budaya, termasuk bersama Balai Pelestarian Kebu­dayaan Wilayah XX.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program untuk menjaga, melestarikan, dan meng­hidupkan kembali nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Walikota juga menekankan pen­tingnya mengenalkan budaya kepada generasi muda agar mereka memahami makna dan nilai yang terkandung di dalamnya.

Ia mencontohkan kekayaan seni lokal, mulai dari musik tradisional seperti suling bambu dan rebana, hingga kolaborasinya dengan alat musik modern seperti terompet.

Menurutnya pertunjukan yang ditampilkan memadukan musik tradisional, musik Islami, serta musik modern dan ini dikemas dalam satu panggung kebersamaan.

“Perbedaan itu ketika disatukan akan menciptakan harmoni. Itulah yang disebut hidup orang basudara di Kota Ambon,” katanya.

Ia menambahkan, Ambon diba­ngun dari keberagaman. Perbedaan dalam satu semangat orang basu­dara, inilah kekuatan untuk memba­ngun Kota Ambon yang lebih baik.

Orang nomor satu di kota ambon juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

Sedangkan Pemerhati Budaya asal Maluku, Marthen Pattileamonia mengatakan, festival ini mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman masyarakat Maluku.

“Tujuan kegiatan ini adalah me­lestarikan sekaligus mengem­bang­kan budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat. Melalui seni dan budaya, nilai persaudaraan dan identitas Maluku terus diperkuat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penyelengga­raan festival mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan yang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

Selain itu, kegiatan ini memperoleh rekomendasi dari Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX Maluku.

Untuk diketahui acara ini juga diisi oleh Nurul Toisuta, Paduan Suara BMS, Jean Christy, Terompet Betes­da dan Hadrat Waihaong.

Sebelum itu dalam acara penyam­butan walikota ada penampilan Tarian Cakalele dari Hative Kecil hingga penampilan anak-anak dari Sanggar Kayla, Jukulele Ansambel Musik Benteng, musik Saxophone, Jukulele Ghanemo Kids, Teater dari SMA Siwalima, Dalenz & Willy. (S-25)

BERITA TERKAIT