AMBON, Siwalimanews – Kepala Dinas Perikanan Kota Ambon Steven Patty mengaku, akibat dari wabah virus corona yang melanda negara-negara tujuan ekspor, terutama Tiongkok dan Jepang turut berdampak pada ekspor ikan tuna asal Maluku.
Kepada wartawan di ruang kerjaÂnya kemarin, Patty menjelaskan, saat ini para nelayan tuna di Kota Ambon mulai mengeluh, sebab dengan adanya wabah virus corona ini, harga ikan juga mengalami peÂnurunan.
Hal itu dikarenakan permintaan eksÂpor dari negara-negara tujuan juÂga alami penurunan sama sekali dan itu tak bisa mengelak dari hal itu.
âKita tidak bisa mengelak dari kondisi yang terjadi sekarang ini. KeÂmarin saya buat pendekatan deÂngan para nelayan tuna di Desa Passo, disitu para nelayan mengaku, harga ikan turun, disebabkan damÂpak dari virus corona.
Menurutnya, para nelayan tuna ini mengaku, sebelum hebohnya wabah virus corona ikan yang mereka jual ke pengumpul dihargai dengan Rp 86 ribu/kg, namun sejak wabah virus ini mulai menghebokan dunia, harga ikan turun menjadi jadi Rp 76 ribu/kg dan kemungkinan akan terus alami penurunan.
Dengan demikian, tentunya sangat berdampak terhadap nilai ekspor ikan tuna ke Tiongkok dan Jepang, yang merupakan negera tujuan ekspor dengan nilai terbesar, begitupun jumlah ekspor ikan tuna asal Maluku juga semakin menurun.
âKita sama-sama tahu bahwa peÂnerima ekspor terbesar ikan tuna adaÂlah China dan Jepang sehingga meÂmang wabah virus ini berdampak sangat besar bagi ekspor Maluku,â ucapnya.
Ia mencontohkan, sebelum terjadi wabah virus corona, nilai ekspor perikanan Kota Ambon alami peningkatan dari tahun ke tahun namun, setelah terjadi wabah ini emngalami penrunan yang drastis.
âUntuk kondisi sebelumnya dari tahunke tahun mengalami peningÂkatan, karna kita tahu bersama TiongÂkok jadi negara dengan konsumsi ikan tuna terbesar di dunia begituÂpun Jepang. Namun kini alami peÂnurunan karna dampak dari virus corona,â tandasnya.
Menyoal tentang langkah-langÂkah apa saja yang diambil pemkot daÂlam membantu nelayan, kata Patty, pihaknya tetap meyakinkan nelayan untuk tetap beraktivitas seperti biasa, sehingga angka produksi terus naik otomatis incomenya juga akan alami peningkatan.
âKita tetap beri motivasi bagi mereka untuk tetap beraktivitas, sebab para nelayan ini, tak hanya berpatokan pada ikan tuna, namun mereka juga menangkap ikan jenis lain untuk tingkatkan produksi,â pungkasnya. (Mg-6)