AMBON, Siwalima.id - Mengantisipasi terjadi banjir, dinas perumahan rangkat dan kawasan permukiman minta masyarakat menjaga dan memelihara drainase yang sudah ada.
Kelemahan dari pembangunan drainase saat ini juga tidak memperhitungkan pertambahan jumlah penduduk serta perubahan tata ruang.
Dinas PRKP juga menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat saluran di lingkungan masing-masing.
“Kurangnya pemeliharaan dari masyarakat pengguna atau warga sekitar dapat menyebabkan drainase tersumbat dan tidak berfungsi maksimal. Infrastruktur yang baik tetap membutuhkan perawatan bersama,” kata Kadis PRKP Kota Ambon Ivonny A. W. Latuputty kepada Siwalima di Balai Kota, Rabu (11/2).
Untuk memastikan penataan drainase berjalan terintegrasi, pihaknya mendorong optimalisasi forum penataan ruang sebagai wadah koordinasi antara pemerintah, masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Melalui forum tersebut, pembahasan terkait sistem drainase dapat dilakukan secara terpadu bersama Dinas PUPR yang memiliki masterplan drainase Kota Ambon.
“Dalam forum ini, kita bisa membahas integrasi antara perencanaan Perkim dengan masterplan drainase yang dimiliki Dinas PUPR. Koordinasi ini penting agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Ia mengakui keberhasilan pem-bangunan drainase tidak hanya diukur dari selesainya proyek fisik, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan warga.
“Tujuan akhirnya adalah menurunkan risiko banjir dan menciptakan lingkungan permukiman yang sehat serta nyaman. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan sistem drainase,” harapnya.
Dengan pendekatan berbasis data, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat, Perkim berharap pembangunan drainase ke depan semakin adaptif terhadap perkembangan kota dan mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan.
Dikatakan, tanpa perencanaan berbasis data, pembangunan drainase berisiko tidak mampu mengantisipasi perkembangan wilayah dan pertumbuhan penduduk.
“Ketika tata ruang berubah dan jumlah penduduk meningkat, kapasitas saluran yang sebelumnya dianggap cukup bisa menjadi tidak memadai,” ujarnya.
Selain itu, lemahnya pemeliharaan pasca pembangunan turut menjadi faktor penyebab tidak op-timalnya fungsi drainase.(Mg-1)