AMBON, Siwalima.id - Masih banyak area yang tidak tersentuh atau tidak tercover signal komunikasi di sejumlah wilayah di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Pemerintah Provinsi Maluku kemudian menggendong salah satu vendor telekomunikasi guna mengatasi masalah blank spot tersebut.
“Kolaborasi ini dilakukan dalam upaya percepatan pembangunan dan pemerataan jaringan ke pelosok Maluku yang saat ini belum sepenuhnya merasakan jaringan telekomunikasi,” kata Kadis Kominfo Maluku, Titus Renwarin usai meeting dengan PT Telkom Ambon, Senin (20/4).
Ia mengaku sampai saat ini masih terdapat begitu banyak daerah di Maluku yang masih belum mendapatkan fasilitas jaringan telekomunikasi secara maksimal.
Dijelaskan pertemuan yang dilakukan menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengatasi persoalan masih adanya wilayah blank spot.
“Kolaborasi ini bertujuan agar tersedia jaringan yang andal guna meningkatkan akses informasi serta mendorong percepatan pembangunan daerah,” ucap Titus.
Disebutkan, sinergi antara pemerintah daerah dan pihak operator telekomunikasi akan menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan konektivitas di wilayah kepulauan.
Pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa katanya terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya pihak ketiga menyatakan komitmennya untuk fokus pada implementasi pembangunan jaringan di titik-titik prioritas, khususnya di wilayah 3T.
“Telkomsel komitmen mendukung penyediaan jaringan di wilayah Maluku, khususnya di daerah-daerah yang masih mengalami blank spot. Ini menjadi harapan besar bagi pemerintah,” jelasnya.
Selain itu, gubernur memberikan arahan agar persoalan keterbatasan jaringan yang dirasakan masyarakat termasuk di wilayah 3T harus perlahan-lahan diatasi.
Fokus saat ini pada pembangunan dan penguatan infrastruktur jari-ngan telekomunikasi, dukungan terhadap digitalisasi layanan pemerintah daerah, serta pemerataan akses jaringan. “Kita harap konektivitas digital di Maluku merata dan mampu membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.(S-20)