AMBON, Siwalimanews – Pemerintah provinsi Maluku, terus menggali sumber-sumber keuangan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Juru bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur, Senin (28/7) mengaku, ditengah kondisi fiskal daerah yang lemah saat ini, tentu pemprov terus berupaya untuk mencari sumber PAD baru.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni, dengan mengoptimalkan aset-aset milik pemprov yang selama ini dibiarkan menganggur dan terkesan diterlantarkan. Pemanfaatan aset daerah yang terlantar ini, sejalan dengan komitmen gubernur sejak dilantik yang prihatin dengan begitu banyak aset daerah yang tidak dimaksimalkan.
“Sejak awal pak gubernur sudah mendorong agar ada sumber-sumber pendapatan baru untuk menambah pendapatan daerah saat ini,” ucap Kasrul.
Gubernur lanjut Kasrul, dalam berbagai kesempatan telah menekankan, bahwa sumber pendanaan pembangunan di Maluku kedepannya bukan saja dari APBN dan APBD, tapi dari aset yang diterlantarkan.
Aset-aset yang ada, tentu memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga, tetapi harus berdasarkan perhitungan dari appraisal.
“Kenapa perhitungan appraisal itu penting, agar kita tidak dirugikan dari kerjasama dengan pihak ketiga dari aset yang selama ini terlantar. Jadi sebelum kita kerjasamakan akan dilalui dengan perhitungan,” ucap Kasrul.
Sejumlah aset yang akan dimaksimalkan kata Kasrul, mulai dari Baileo Siwalima Karpan, Pasar Higienis Tantui, dan beberapa aset lain, yang diyakini akan memberikan manfaat besar bagi pendapatan daerah.
“Kita optimis ditangan pak gubernur saat ini, Maluku akan mengalami kemajuan secara bertahap,” tandas Kasrul.(S-20)