NAMLEA, Siwalimanews – Tambang emas Gunung Botak kembali telan korban. Tiga penambang dikabarkan tewas tertimbun di areal penambangan, Rabu 24/9).
Tiga warga yang dilaporkan tewas tertimbun itu masing-masing, Dahlan Tasidjawa alias Tenga, warga Desa Hatawano, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru.
Dua lainnya di kalangan rekan penambangan dipanggil dengan nama Asri, warga asal Ternate, Maluku Utara yang beristri dari Desa Hatawano dan Anyong warga SBB yang juga tinggal di Hatawano.
Sampai Rabu sore, baru Anyong, warga SBB yang berhasil dievakuasi dari timbunan longsor. Dahlan dan Asri masih tertimbun tanah longsor di lobang galian.
Paur Humas Polres Buru, Aiptu MYS Jamaluddin yang dikonfirmasi Siwalimanews melalui handphone dan pesan WA, belum menjawab.
Sementara itu, Kades Hatawano, Untung Ahmad Hiku melalui percakapan telepon, Rabu malam membenarkan ada warganya yang tertimbun di tambang Gunung Botak.
Da mengaku dapat informasi ada warganya yang tertimbun tanah longsor di aktifitas tembak larut di lobang galian tambang Gunung Botak.
Dari informasi yang didapatnya, saat sedang bekerja, ada bak penampung air bercampur bahan berbahaya beracun (B3) yang pecah dan tumpah ke dalam lubang yang dalamnya sekitar delapan meter.
“Waktu itu hanya Dahlan dan Asri yang berada di dalam lubang galian. Namun saat air meluap ke dalam lubang galian, Onyong yang masih berada di posisi aman berusaha menolong kedua rekannya, namun dia ikut terperosok ke dalam lubang,” ujarnya.
Kades Hatawano mengaku baru tahu kejadian itu sore tadi saat ia pulang ke desanya dan mendapatkan warga ramai berkumpul.
Ia lalu mendatangi warganya dan mendapat informasi kejadian di Gunung Botak.
“Beta langsung carter mobil dan beberapa warga berangkat menuju Gunung Botak untuk membantu mengevakuasi ketiga korban,” tutur Ahmad Hiku.
Dia menambahkan, baru saja mendapat pesan WA dari warganya yang pergi tadi sore ke Gunung Botak, ada satu penambang lagi sudah ditemukan dalam keadaan tewas bernama Asri.
Setelah itu ada lagi pesan masuk kepada kades yang menyebut korban atas nama Dahlan juga berhasil dievakuasi.
“Bapak kades, Ida punya laki dan Dahlan juga sudah ditemukan,” bunyi isi pesan dari seorang warga bernama Diman yang ditujukan kepada kades. (S-15)