AMBON, Siwalima.id - Tiga dari empat korban tenggelamnya KM Indo Perkasa 03 yang ditemukan, berhasil di identifikasi oleh Tim DVI Polda Maluku di RSUD Cendrawasih Dobo.
Ketiga korban yang berhaisl diidentifikasi tersebut yakni, Fransiskus, Liadi dan Muhamad Panji, sementara korban keempat belum dapat diidentifikasi.
“Benar tim SAR gabungan menerima informasi dari Tim DVI Polda Maluku, bahwa tiga dari empat korban yang ditemukan meninggal dunia telah berhasil teridentifikasi,” jelas Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah saat dikonfirmasi Siwalima, Sabtu (7/2).
Selain melakukan identivikasi korban oleh Tim DVI Polda Maluku, Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah juga membuka Posko SAR nasional di Aru, sekaligus memimpin jalannya operasi SAR bersama unsur Potensi SAR.
Hari Keempat Nihil
Sementara pantauan Siwalima di Posko SAR Dobo, diinformasikan, bahwa proses pencarian 4 ABK yang belum ditemukan, belum membuahkan hasil. Sedangkan bangkai kapal naas tersebut, sudah ditarik pihak perusahaan dari lokasi tenggelam ke kawasan kolam Bandar Dobo.
Informasi yang berhaisl dihimpun Siwalima di Mpaolres Aru, disebutkan Tim DVI Polda Maluku telah berada di Desa Jerwatu, untuk melakukan identifikasi salah satu jenazah korban yang ditemukan pertama kali oleh waga dan telah dimakamkan di Desa tersebut.
“Tim DVI Polda Maluku ini sementara berada di Desa Jerwatu untuk melakukan pemeriksaan gigi terhadap satu korban yang sudah di makamkan oleh masyarakat di desa tersebut,” ucap sumber Siwalima di Mpaolres Aru, Sabtu (7/2).
Korban ini pertama kali ditemukan oleh warga, namun tak dikenali oleh rekan ABK yang selamat, sehingga jenazah tersebut dimakamkan.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim DVI ini dilakukan, untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan ABK KM Indo Perkasa 03 atau bukan.
4 Jenazah Ditemukan
Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah mengaku, sampai dengan pencarian di hari ketiga, korban tenggelam KM Indo Perkasa 3, sudah 4 jenazah yang ditemukan dari 8 ABK yang dinyatakan hilang.
Pihaknya juga, masih akan tetap melakukan proses pencarian terhadap empat korban lainnya yang belum ditemukan. Pasalnya, sesuai dengan standar operasional prosedur proses pencarian akan dilaksanakan selama 7 hari.
Walaupun demikian, tim SAR gabungan akan tetap mengupayakan semaksimal mungkin untuk menemukan empat korban lagi yang belum ditemukan. “Terkait dengan penambahan waktu untuk lakukan pencarian, itu akan koordinasikan dengan pihak perusahan atau pun keluarga korban,” ucap Arafah kepada wartawan, di atas KAL Tarangan, Jumat (6/2).
Menurutnya, penambahan waktu untuk proses pencarian korban, akan dilakukan penambahan tiga hari, namun jika belum ditemukan korban, masih dapat diperpanjang lagi hingga tujuh hari, namun hal itu tetap dikoordinasikan dengan pihak perusahan maupun pihak keluarga.
Sementara, korban keempat ditemukan sekitar pukul 12.03 WIT di dalam bangkai kapal. Selanjutnya kedua jenazah korban dievakuasi menuju Pelabuhan Yos Sodarso Dobo dan di evakuasi menuju RS Polres Aru menggunakan mobil ambulance.(S-11)