AMBON, Siwalimanews – Kerap terjadi perselisihan antar pemuda, membuat DPRD geram. Mereka meminta agar Pemerintah Kota Ambon mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (Kamling).
Ketua DPRD Mourits Tamaela meÂngaku sistem pos ronda sebeÂ-narnya sudah pernah diterapkan di Ambon, namun bergeser seiring perkemÂbangan zaman.
âPadahal strategi ini merupakan bagian dari Siskamling yang terbukti efektif dalam menekan angka kriminalitas dan meningÂkatkan kepedulian sosial di lingÂkungan warga,â jelasnya kepada wartawan di Ambon kemarin.
Kehadiran pos kamling lanjutnya juga sebagai cara mencegah potensi konflik sosial, penyebaran hoax dan ujaran kebencian.
âSaya rasa pos ronda ini berfungsi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masyarakat, apalagi melihat kondisi kamtibmas di Kota Ambon saat ini,â saranya.
Permintaan pengaktifan pos kamling juga sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor: 300.1.4/e.1/BAK tertanggal 3 September 2025.
Dalam edaran, seluruh kepala daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dini dengan mengaktifkan kembali pos ronda dan mengoptimalkan peran Satlinmas dalam mendukung sistem keamanan lingkungan.
âSebelum instruksi Mendagri diterbitkan, DPRD dan pemkot telah membahas terkait pengaktifan kembali budaya-budaya lokal seperti gotong royong termasuk pos keamanan keliling,â jelasnya.
Ia mengaku akan mendorong dengan dengan surat edaran walikota.
Rawan Copet
Diberitakan sebelumnya, rawan copet, Pemerintah Kota Ambon menggandeng Polresta Pulau Ambon & Pp Lease dan Kodim 1504/Ambon melakukan operasi gabungan.
Operasi gabungan menyisir sejumlah wilayah keramaian yang dianggap rawan yang disinyalir menjadi target operasi para pelaku kejahatan.
Razia yang melibatkan melibatÂkan 12 personel Polresta Ambon, 5 personel Kodim 1504 Ambon, serta 7 personel Satpol Pp.
Lokasi yang disasar di antaranya kawasan Poka, Jalan Kakialy, PGRI, Maluku City Mall, Pasar Mardika, jalan Pattimura, hingga Ongkoliong dan Air Salobar.
Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Jane Luhukay kepada wartawan Selasa (9/9) menjelaskan kehadiran aparat di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk mencegah potensi gangguan keamanan, seperti perkelahian antar kelompok, aksi balap liar, begal, copet, maupun tindak pemalakan.
Dijelaskan, selama pelaksanaan patroli, aparat gabungan tidak menemukan adanya kejadian menonjol.
Petugas lanjutnya, tetap aktif melakukan patroli dialogis, menyampaikan himbauan kamtibmas kepada warga, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
âSituasi Kota Ambon sepanjang kegiatan terpantau aman, tertib dan kondusif. Kehadiran aparat di lapangan juga mendapat apresiasi masyarakat karena membuat aktivitas warga berlangsung dengan lebih tenang,â jelasnya singkat. (S-10)