AMBON, Siwalima.id – Walaupun sempat mengalami kekosongan, namun Pemprov Maluku menjamin, stok telur tetap akan tersebut dalam jumlah yang cukup, menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Juri Bicara Pemprov Maluku, Kasrul Selang kepada Siwalima.id melalui telepon selulernya, Selasa (16/3) mengaku, beberapa hari terakhir komoditas telur sempat kosong di distributor besar di Kota Ambon.
Hal ini terjadi, karena adanya keterlambatan proses bongkar kontainer yang berisi telur di Pelabuhan Yos Sudarso, sehingga distribusinya ke distributor menjadi terhambat.
"Memang telur sempat kosong dan beberapa distributor mengeluhkan proses bongkar kontainer yang lambat,” ucap Kasrul.
Pasca persoalan stok telur yang kosong kata Kasrul, Satgas Pangan Maluku langsung melakukan sidak ke Pelabuhan Yos Sudarso dan diketahui terdapat 20 kontainer yang berisikan telur dan telah dilakukan proses bongkar untuk didistribusikan ke distributor.
Salah satu alasan keterlambatan bongkar, karena kontainer berisi telur tersebut berada di Lini 1 terminal peti kemas, sementara untuk pembongkaran harus dilakukan di Lini 2 yang pada saat bersamaan kontainer di lini 2 penuh sehingga baru dibongkar.
Menurutnya, dalam kondisi saat ini tidak boleh terjadi keterlambatan proses bongkar muat apalagi terhadap komoditas yang tidak bertahan lama seperti komoditas telur, sebab jika terlambat maka dipastikan kebutuhan telur akan terganggu.
"Kita sudah minta PT Pelindo bergerak cepat untuk membongkar kontainer yang berisikan kebutuhan bahan pokok dan secara khusus telur, karena jika lama nanti telur rusak dan dapat memicu kelangkaan komoditas telur," jelasnya.
Kasrul juga minta masyarakat agar tidak khawatir, terkait dengan ketersediaan stok telur, sebab pemerintah daerah terus berupaya agar rantai pasok komoditas telur tetap terjaga selama libur idul fitri.
Sementara terkait komoditas lainnya, Kasrul memastikan, semuanya tersedia dalam jumlah yang cukup seperti beras, gula pasir, terigu, ayam potong dan sebagainya, sehingga masyarakat tidak perlu panik dalam berbelanja.
"Kita harus akui juga kebutuhan bahan pokok ini bukan hanya untuk konsumsi rumah tangga saja tapi juga untuk kebutuhan MBG tapi kita pastikan stok tersedia dalam jumlah yang cukup," tegas Kasrul.(S-20)