TIAKUR, Siwalima.id - Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya, Eduard Davidz, meminta agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Stop buang sampah sembarangan. Kita sudah mulai untuk membersihkan kota ini sebelum gerakan ini ada. Kami berharap gerakan untuk memperindah kota ini juga akan dimulai dengan stop untuk buang sampah sembarangan,” ujar Eduard Davidz, pada kegiatan korvei kerja bakti dan Aksi Gerakan Pungut Sampah (GPS), Jumat (20/2) dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026.
Pasalnya menurut Sekda bahwa kesadaran masih sangat kurang sehingga tolong disampaikan juga pengumuman di Kota sehingga waktu buang sampah itu bisa dipatuhi. “Kita sudah tetapkan waktu buang sampah dari sore sampai subuh. Tapi kenyataannya ketika kita lewat kota di pagi hari sampah-sampah yang baru ditaru oleh masyarakat masih sangat kelihatan terutama dilokasi-lokasi tempat pembuangan sementara. Ini tolong kembali diingatkan untuk kita sosialisasi kepada masyarakat agar sampah bisa kita kelolah secara baik,” harapnya.
Sekda juga mengajak seluruh ASN untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah, dimana pastikan sampah organik dan anorganik dipilah sejak dari rumah tangga.
Selanjutnya kita akan terus lakukan kolaborasi aksi bersama dan bersinergi bersama dalam gerakan untuk melakukan bersih-bersih secara serentak.
“Mari kita jadikan budaya kelolah sampah sebagai bagian dari gaya kehidupan kita sehari-hari dimulai dari diri sendiri, berawal dari hal kecil sederhana seperti memilah sampah di rumah tangga, membawa tas belanja sendiri dari rumah dan tidak lagi gunakan produk plastik, mengurangi sisa makanan dan mendukung produk-produk yang rama lingkungan,” katanya.
Olehnya itu, lanjut Sekda dalam wujudkan komitmen tersebut, peringatan HPSN tahun ini dilakukan kerja bakti dan korvei serta aksi gerakan pungut sampah yang didahului dengan deklarasi atau pencanangan untuk stop menggunakan air kemasan.
“Itu adalah wujud komitmen untuk tidak lagi menggunakan botol plastik. Sebagai salah satu gerakan untuk mengurangi pemakaian kemasan plastik di seluruh kantor-kantor pemerintah. Ini perintah Presiden yang harus kita laksanakan,” jelasnya.
Dia menambahkan, langka kecil yang akan kita lakukan secara bersama ini akan menjadi gerakan besar yang akan berdampak nyata pada lingkungan hidup kita yang asri dan indah.
Dengan harapan kita dapat menjadi pelopor perubahan, agen edukasi dan inspirasi dalam menjaga bumi kita dari kerusakan lingkungan akibat sampah.
“Mari kita perkuat komitmen untuk meningkatan kolaborasi, wujudkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan. Mengelola sampah dengan bijak untuk mewujudkan MBD yang bersih dan indah,” pungkas Davidz.
Sekedar diketahui, korve kerja bakti dan Aksi GPS itu dipusatkan di kawasan ruko, pasar dan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Tiakur, Jumat (20/2) kemarin. (S-28)