AMBON, Siwalima.id - Sejumlah menteri dipastikan akan menghadiri Banda Heritage Festival yang akan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah pada 26–29 November.
Festival tahun ini menghadirkan berbagai agenda budaya, sejarah, parade laut, hingga kunjungan ke sejumlah situs bersejarah yang menjadi ikon Banda Neira akan dipadati ribuan wisatawan mancanegara dan juga masyarakat Maluku.
Guna mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Maluku telah mempersiapkan ratusan personel melakukan pengamanan event tingkat nasional tersebut.
Festival tahun ini sendiri berbeda dari tahun sebelumnya. Di tahun 2025 diselenggarakan bertepatan dengan Banda Panggil Pulang .
“Pengamanan VVIP menjadi fokus utama. Polda Maluku menerjunkan 280 personel gabungan untuk mengamankan BHF yang diselenggarakan di pulau banda 26–29 November,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, dalam rilisnya, Minggu (23/11).
Ia merincikan, jumlah personel yang dilibatkan berasal dari Polda Maluku, Polresta Pulau Ambon, serta Polres Malteng.
Pengerahan kekuatan ini merupakan hasil keputusan pada rapat besar kesiapan pengamanan yang digelar pekan ini.
“Pengamanan dilakukan secara berlapis. Penempatan personel disesuaikan dengan peta kerawanan, alur kegiatan dan distribusi massa di lokasi utama festival,” terang Umasugi.
Festival yang berlangsung 26–29 November itu diperkirakan dihadiri ribuan wisatawan, ko-munitas budaya, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat. Beberapa menteri dikabarkan akan hadir, sehingga pengamanan VVIP menjadi fokus utama.
Unit Walpri dan Patwal disiagakan penuh untuk mengamankan pergerakan pejabat tinggi negara sesuai SOP pengawalan.
“Selain pengamanan area acara, personel disebar di jalur laut, titik kedatangan wisatawan, penginapan, situs heritage, serta rute kunjungan pejabat. Mitigasi cuaca dan kondisi gelombang di wilayah Banda turut menjadi perhatian,” ujar Umasugi
Pihaknya juga menekankan pentingnya pendekatan humanis bagi seluruh personel yang bertugas. Aparat diminta menghadirkan suasana aman sekaligus nyaman bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah.
“Banda Heritage Festival adalah etalase budaya Maluku. Kami ingin pengunjung pulang dengan pengalaman positif, bukan hanya karena keindahan Banda, tetapi juga karena profesionalisme Polri,” katanya.
Dengan pengerahan 280 personel tersebut, Polda Maluku memastikan rangkaian kegiatan BHF dapat berlangsung aman, tertib, dan meninggalkan kesan baik bagi seluruh peserta.
Siap Sukseskan BHF
Sebelumnya diberitakan, Ketua Panitia Penyelenggara Banda Heritage festival Hasan Firdaus memastikan kesiapan masyarakat dalam menggelar event budaya berskala nasional tersebut.
“Karena itu, masyarakat Banda siap menyukseskan Banda Heritage festival yang kini sementara disiapkan,” jelas Hasan kepada wartawan di Masohi, Jumat (17/10).
Ia mengebut, panitia kabupaten kini tengah mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga sarana pendukung lainnya.
Hal ini penting mengingat festival tersebut direncanakan akan dihadiri sedikitnya enam menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.
“Rapat koordinasi sudah kami lakukan untuk membahas akomodasi, transportasi dan seluruh kebutuhan yang diperlukan guna menjamu para tamu penting, termasuk para menteri yang dijadwalkan hadir,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menilai, kehadiran para pejabat negara di Banda merupakan peluang besar untuk mempromosikan potensi wisata sejarah dan budaya Banda yang selama ini menjadi daya tarik utama. “Ini kesempatan emas bagi Banda untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, dan pesona alamnya. Karena itu, semua persiapan dilakukan dengan maksimal,” ujarnya. (S-25/S-17)