SIWALIMA.id > Berita
Sarpras di Puskesmas Amahai Masih Kurang
Daerah | Jumat, 6 Februari 2026 pukul 13:27 WIT

MASOHI, Siwalima.id - Puskesmas Perawatan Amahai, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah membutuhkan tambahan tenaga dokter ahli gigi serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan.

Kepala Puskesmas Amahai, Muhammad Taip Talaohu mengaku, secara umum pelayanan rawat inap maupun rawat jalan berjalan baik.

“Pasien dengan keluhan sakit gigi cukup tinggi di Kecamatan Amahai, tetapi kami tidak memiliki dokter gigi sehingga pelayanan tidak maksimal,” terangnya kepada Siwalima di ruangan kerjanya, Kamis (5/2).

Akibat keterbatasan tenaga dokter gigi, sebagian besar warga lebih memilih berobat ke RSUD Masohi maupun fasilitas kesehatan lain di kota.

Padahal, jika dokter gigi tersedia seperti sebelumnya, pelayanan bisa dilakukan langsung di puskesmas tanpa harus dirujuk.

Selain kekurangan dokter gigi, Puskesmas Amahai juga menghadapi persoalan keterbatasan fasilitas fisik.

Bangunan serta sejumlah tempat tidur pasien di ruang rawat inap telah berusia lebih dari 10 tahun dan membutuhkan perbaikan.

“Kita memiliki dua bangsal rawat inap untuk pasien umum dan anak. Puskesmas juga hanya memiliki satu unit ambulans yang kondisinya sudah termakan usia, sementara wilayah pelayanan kesehatan cukup luas hingga Desa Tanjung Yanuelo,” katanya.

Ambulans lanjutnya sangat dibutuhkan untuk pelayanan rujukan dan menjangkau desa-desa.

“Kami berharap ada perhatian dari Pemerintah Daerah untuk pengadaan armada baru,” ujarnya.

Ketersediaan obat-obatan sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Jika terjadi kekurangan, menurutnya puskesmas langsung mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan dan biasanya segera dipenuhi.

“Kalau obat tidak ada masalah. Yang  sangat kami butuhkan sekarang tenaga dokter gigi, ambulans, serta peningkatan fasilitas seperti tempat tidur pasien dan peralatan kesehatan lainnya,” tandasnya.

Puskesmas Amahai saat ini memiliki tiga dokter umum dan sekitar 16 tenaga kesehatan berstatus ASN maupun PPPK.

Meski demikian, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan rutin, termasuk kegiatan posyandu bayi dan balita, posyandu remaja, pos lansia, pelayanan penyakit tidak menular (PTM), imunisasi, hingga cek kesehatan gratis.

Namun, ia mengaku kegiatan posyandu masih menghadapi kendala pada dukungan transportasi bagi para kader dan petugas lapangan yang belum terfasilitasi anggaran khusus.(S-17)

BERITA TERKAIT
Iklan Homepage 2
terpopuler
mobileapps