AMBON, Siwalima.id - Setelah sepekan melakukan pencarian dan belum membuahkan hasil, Tim SAR akhirnya menghentikan pencarian Penumpang kapal KM. Pangrango melompat ke Laut di Perairan Tanjung Jasi, Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar bernama Lukas Paskalis Loyembun (56).
Penghernian pencarian dilakukan, lantaran tidak ada tanda-tanda atau petunjuk keberadaan korban.
Kepala Kantor SAR Ambon Muhamad Arafah dalam rilisnya yang diterima Redaksi siwalima Selasa (20/1) mengatakan, pada operasi SAR terakhir Tim gabungan yang melibatkan Rescuer POS SAR Saumlaki, Polairud Saumlaki, Polairud Direktorat Polda Maluku serta Keluarga korban memperluas area pencarian di 4 titik koordinat. Hanya saja pencarian tersebut lagi lagi belum membuahkan hasil baik.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian di empat koordinat dengan jarak ± 40 NM, Heading 89° arah Timur dari LKK dengan hasil nihil,” jelas Arafah.
Sehubungan dengan telah dilaksanakannya Ops SAR sampai memasuki (H.7) tidak ada tanda-tanda ditemukan korban, hasil koordinasi dan evaluasi bersama keluarga korban dan potensi SAR maka ops SAR dihentikan dan diusulkan untuk ditutup.
“Kitab mengacu ketentuan, dihari ke-7 pencarian belum ada hasil maupun petunjuk baru keberadaan korban maka ops Sarnya kita tutup,” ungkap.
Selain pencarian Penumpang KM Pangrango, Tim SAR gabungan juga sementara melakukan upaya pencarian terhadap nelayan asal Desa Titawaai, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah bernama Hena Watile Tomasoa (60) yang diduga terseret ombak dan tenggelam di sekitar perairan Desa Titawaai. Sabtu, (17/1).
Dalam upaya pencarian Hari ke-3 Tim SAR gabungan belum menemukan adanya tanda tanda keberadaan korban. (S-10)